Scroll untuk baca artikel

Pedagang Ayam Murah Hebohkan Pasar: Satu Penjual Dicibir, yang Lain Panik diusir

Pedagang Ayam Murah Hebohkan Pasar: Satu Penjual Dicibir, yang Lain Panik diusir
Pedagang Ayam Murah Hebohkan Pasar: Satu Penjual Dicibir, yang Lain Panik diusir

Para pihak tersebut merespons dengan menyampaikan peringatan kepada sang pedagang. Namun, saat pesanannya tak kunjung diperhatikan, mereka kembali bersama sekitar 30 orang untuk menyingkirkannya.

"Kita sebagai kelompok sepakat untuk mencegah pihak luar mengacaukan nilai tukar di Wates. Kita semua yang berada di pasar kekurangan pelanggan, sementara mereka telah terjual habis pada pukul 08.00," paparnya.

Zidni menginginkan pihak pemerintah melakukan investigasi yang lebih mendalam terhadap kasus tersebut untuk mencegah potensi praktik diskriminatif atau ketidakadilan, termasuk memeriksa keberadaan unggas ilegal. Dia menambahkan, "Mereka bertanya-tanya, bagaimana bisa ada harga sebesar itu? Mungkinkah ada ayam yang masuk secara diam-diam?"

Sri Wahyudi, yang merupakan peternak ayam berumur 25 tahun asal Pleret, Kabupaten Bantul, menyatakan dirinya hanyalah seorang pekerja dalam bisnis pedagang unggas pemotongan.

Dia yang secara tidak sengaja ditugaskan untuk berjualan di area Pasar Wates setiap harinya, mulai pagi dini hari sampai stok dagangannya terjual habis.

Wahyudi menyatakan bahwa dia menjual barang dagangannya di sebuah meja yang terletak di halaman rumah kosong, kurang lebih 10 meter jauhnya dari tembok pasar.

Dia dapat menjualan kira-kira 50 kilogram ayam setiap hari dengan harga antaraRp 30.000 sampai Rp 32.000 per kilonya.

Uniknya, Wahyudi merasa ditolak oleh pedagang di Pasar Wates, namun saat berada di Pasar Jombokan dengan tarif serupa, dia tidak menemui kendala apa pun.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini