"Dan dalam seleksi (PPPK) harus berhati-hati, jangan sampai diulangi," ujarnya seperti yang dilansir Tribun-medan.com, Minggu (23/2/2025).
Menurutnya, keluarnya video tersebut telah mencoreng wajah dunia pendidikan.
Karena khawatir anak muridnya akan mencontoh.
"Karena guru dihormati (dipatuhi) dan ditiru, dan harus menjadi teladan bagi murid-muridnya," ujar Mufid.
Mufid berpendapat, adanya video tidak pantas guru menambahkan masalah dalam sistem pendidikan di Jember, ketika pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran.
"Saat ini kebijakan pemerintah lebih efisien dan ada tambahan oknum guru," ujarnya.
Anggota legislatif PKB ini menilai, jika organisasi perangkat daerah (OPD) tidak mengambil tindakan dalam masalah ini, akan terjadi bencana buruk terhadap masa depan pendidikan.
"Saya tidak sabar melihat teman-teman yang masih menunggu pembayaran gajinya. Jika hal ini tidak segera diselesaikan, akan menambahkan masalah," kata Mufid.
Saat itu, Kepala Dinas Pendidikan Jember, Hadi Mulyono belum dapat dikonfirmasi tentang guru yang terlihat tidak pantas dalam video itu berhasil lolos seleksi berkas PPPK tahap II.
Sebelumnya, video seorang guru yang mengajar di sekolah dasar di Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur, telah beredar di media sosial.
Editor : Pimred Laksamana.id
