Bupati juga mengingatkan agar perbedaan pilihan dalam pemilihan PAW tidak menjadi alasan munculnya sekat di tengah masyarakat.
“Yang terpilih bukan berarti yang lain jelek atau kalah. Mereka yang belum terpilih tetap harus menjadi mitra strategis ke depan,” ujarnya.
Pesan itu sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi para kepala desa baru: merangkul seluruh masyarakat tanpa melihat siapa yang mendukung atau tidak mendukung saat proses pemilihan.
Ela berharap kepala desa mampu menghadirkan pemerintahan desa yang transparan, responsif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Siap berkolaborasi, siap mengayomi, siap melayani. Jangan sampai ada masyarakat yang merasa tidak dilayani,” pesan Ela.Kini, setelah sumpah jabatan diucapkan, masyarakat tentu menunggu pembuktian. Sebab, keberhasilan seorang kepala desa bukan diukur dari seremoni pelantikan, tetapi dari bagaimana pelayanan berjalan, pembangunan dirasakan dan masyarakat diperlakukan secara adil.
Kursi kepala desa adalah amanah. Ketika kekuasaan mulai jauh dari rakyat, di situlah makna pelayanan publik dipertanyakan. (*)
Editor : Pimred Laksamana.id
