Scroll untuk baca artikel

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Ziarah Makam Gus Dur di Jombang, Kenang Jejak Reformasi dan Penguatan Polri

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Ziarah Makam Gus Dur di Jombang, Kenang Jejak Reformasi dan Penguatan Polri
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Ziarah Makam Gus Dur di Jombang, Kenang Jejak Reformasi dan Penguatan Polri

Diketahui, Gus Dur menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke-4 sejak 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001. Pada masa kepemimpinannya, berbagai agenda reformasi terus didorong, termasuk profesionalisme militer serta penguatan supremasi sipil dalam tata kelola pemerintahan.

Salah satu tonggak sejarah penting pada era tersebut adalah dikukuhkannya pemisahan TNI dan Polri secara konstitusional melalui TAP MPR Nomor VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR Nomor VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri.

Menurut Johnny, momentum ziarah menjelang Hari Bhayangkara ke-80 ini juga menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus menjaga semangat reformasi, profesionalisme, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Jejak pemikiran dan kebijakan Gus Dur dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembentukan Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan mandiri. Selain itu, Gus Dur juga dikenang sebagai Bapak Pluralisme yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan persatuan bangsa.

Melalui ziarah tersebut, Polri tidak hanya memberikan penghormatan kepada seorang mantan Presiden Republik Indonesia, tetapi juga mengenang warisan pemikiran kebangsaan yang hingga kini tetap relevan dalam memperkuat reformasi dan institusi negara. (*)

Editor : Pimred Laksamana.id
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini