“Konten kreator itu sering memilih tema yang sensasional dan emosional. Yang penting menghibur dan menarik sebanyak mungkin penonton. Semakin banyak penonton, semakin banyak iklan, dan semakin besar uangnya,” kata Komaruddin.
Menjawab pertanyaan tentang kecerdasan buatan (AI) dan masa depan jurnalisme, Komaruddin menegaskan bahwa AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti kecerdasan manusia.
“Kapan AI menjadi asisten yang cerdas dan kapan AI menggantikan Anda? Kalau kita sepenuhnya tergantung kepada AI, maka kecerdasan kita akan semakin menurun,” ujarnya.
Ia menekankan, wartawan tetap harus melakukan riset dan berpikir kritis dalam menyusun berita.“Wartawan harus melakukan riset dan harus cerdas dalam membuat berita. Jangan hanya menyalin dari AI atau dari media lain tanpa verifikasi,” tegasnya. (*)
Editor :
