Ditolong Bidan Amoi Seorang Ibu Melahirkan Ditengah Bencana

Ditolong Bidan Amoi Seorang Ibu Melahirkan Ditengah Bencana
Ditolong Bidan Amoi Seorang Ibu Melahirkan Ditengah Bencana

Laksamana.id || Lapang -

Sebuah perjuangan hidup dan mati terjadi di tengah bencana banjir besar yang Sedang melanda, dengan ketinggian air rata-rata mencapai dua meter, memutus seluruh akses transportasi, dengan kondisi malam yang mencekam gelap gulita tanpa listrik dan jaringan internet,Minggu 7 Desember 2025.

Di saat semua orang terjebak dalam ketidakberdayaan, seorang bidan yang akrab dipanggil Ibu Amoi nekat berupaya menyelamatkan seorang ibu hamil yang harus segera mendapatkan pertolongan operasi melahirkan di rumah sakit. "Harus dibawa ke rumah sakit sekarang juga," ucapnya malam itu. Maka terjadilah kepanikan yang luar biasa.

Semua transportasi tidak bisa diandalkan kecuali perahu kayuh, dan sebelumnya tidak ada seorang pun yang berani menerobos banjir dengan cara melewati arus sungai. Namun dengan keberanian yang luar biasa, M. Yasir, anggota Satpol PP. bersama

Tgk Roy Ar-Rasyid, seorang Penyuluh Agama Islam yang saat itu baru

saja selesai membagikan bantuan kepada para pengungsi, langsung bergerak cepat untuk menolong. Dibantu dua pemuda, M. Tasir alias Dukon sebagai pengayuh perahu pertama, dan Aslam Amar sebagai pengayuh kedua, mereka langsung menjemput pasien menggunakan perahu kayuh sederhana dan menyusuri arus banjir di tengah gelapnya malam.

Namun sebelum mencapai sungai, sekitar 30 meter dari tepi sungai, tepatnya di depan kuburan umum, Allah berkehendak lain. Di atas perahu, dalam kondisi darurat dan penuh keterbatasan, malam itu bayi tersebut lahir dengan kehendak Allah.

Di tengah dinginnya malam, suara deras air banjir, dan cahaya seadanya, kami semua menangis haru melihat ibu dan bayinya selamat. Perahu kecil itu menjadi saksi perjuangan, keberanian, dan kekuatan Allah yang Maha Penolong.

Setelah proses persalinan darurat, pasien dibawa ke sebuah rangkang untuk proses penjahitan oleh bidan sebelum akhirnya dievakuasi kembali ke tempat pengungsian.

Lokasi & Waktu: Lueng Baro Lapang, 28 November 2025

Editor : Yanto
Bagikan

Berita Terkait
Terkini