Laksamana.id | Kota MetroLampung –
Berawal senin 05 mei 2025 Tengah bulan juni 2025, Kota Metro Di landa PRAHARA sekandal cinta segitiga antara AD, DN dan RH. Yang pada saat ini belum ada sikap tegas yang diambil oleh PDI Perjuangan (PDIP) terkait polemik yang melibatkan salah satu kader terbaik-nya yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Metro. Persoalan ini menimbulkan kegaduhan baik di internal partai maupun di tengah masyarakat.
Kondisi ini menjadi sorotan masyarakat seluruh rakyat kota metro, dan senior/sesepuh partai PDI-P Kota Metro. Mereka menilai PDIP perlu segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah tegas agar tidak kehilangan kepercayaan masyarakat, apalagi menjelang tahun politik 2029 yang akan diwarnai dengan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Seorang warga Kota Metro, SK yang merupakan pemilih setia PDI-P menyampaikan kekecewaannya kepada media pada Sabtu (14/06/2025).
"Saya sebagai warga dan pemilih PDI Perjuangan sangat kecewa. Secara ideologi saya tetap merah, karena ini tentang keyakinan. Tapi saya mohon kita bangkit kembali. Merintis PDIP itu tidak mudah, perlu proses panjang dan mental kuat menghadapi lawan politik," ujar SK.
Menurutnya, keterlambatan sikap pengurus partai membuat masyarakat merasa diabaikan."Kami merasa perjuangan kami tidak dihargai. Saya menyesal memilih PDIP jika kondisinya seperti ini. Pengurus dari level DPC, PAC, hingga mengomel harus bangkit dan jangan hanya bergantung pada satu sosok. Mari besarkan PDIP bersama-sama," imbuhnya.
Salah satu pengurus aktif PDIP Kota Metro juga mengakui bahwa kegaduhan ini sudah menjadi pembahasan internal, termasuk dalam beberapa pertemuan PAC se-Kota Metro. Namun, hingga kini belum ada keputusan atau solusi yang diambil oleh DPC.
Editor :