"Jatmiko selaku ketua memeden gadhu mengusulkan agar acara Manganan itu dibungkus dengan sebuah acara budaya dengan mengangkat Memeden Gadhu sebagai simbol, sehingga tercetuslah Festival Memeden Gadhu.
"Sawah Ghadu adalah sawah yang tidak pernah kekeringan sepanjang tahun. Jika musim kemarau datang, Jenis sawah selain ghadu mengering sehingga ditanami selain tanaman padi.
"Sedangkan sawah gadhu tetap ditanami padi karena kondisi tanah yang berair. Hal ini menyebabkan hama khususnya burung pipit menyerbu sawah gadhu yang menguning. Kondisi ini yang melatarbelakangi petani membuat orang–orangan dari jerami untuk menghalaunya. Orang-orangan dibuat dari Jerami tersebut dinamakan Memeden Gadhu.
"Festival Memeden Gadhu merupakan unsur kebudayaan dalam lingkup seni pertunjukkan. Komitmen yang tinggi dari warga desa Kepuk untuk melestarikan tradisi akhirnya memunculkan inovasi baru, yaitu Memeden Gadhu."Bahwa Memeden Gadhu dibuat oleh warga Kepuk secara gotong-royong. Dalam proses pembuatannya, mereka membagi tugas sesuai dengan kebutuhan, misalnya ada yang mengumpulkan jerami, memotong bambu, membuat kerangka, mencari baju-baju bekas, dan membuat "memeden".
Editor : Saka
