Scroll untuk baca artikel

Kapan Lebaran di Arab Saudi? Apakah Idul Fitri Jatuh pada 30 atau 31 Maret?

Kapan Lebaran di Arab Saudi? Apakah Idul Fitri Jatuh pada 30 atau 31 Maret?
Kapan Lebaran di Arab Saudi? Apakah Idul Fitri Jatuh pada 30 atau 31 Maret?

Bagaimana Arab Saudi Mengidentifikasi Idul Fitri dan Memperhatikan Bulan Sembelih

Mengamati munculnya hilal adalah kriteria utama untuk menandai awal bulan baru dalam kalender Hijriyah. Ini karena sistem tersebut menggunakan periode gerhana bulan sebagai dasar penghitungan harinya. Setiap hari dalam kalender Hijriyah diawali saat Matahari tenggelam pada malam sebelumnya.

Apabila diatur bahwa Idul Fitri tahun ini terjadi pada Senin, 31 Maret, maka malam ke-1 Syawal telah dimulai dari Minggu, 29 Maret. Mengingat adanya sistem kamariah yang digunakan dalam kalender Hijriah, perayaan-perayaan agama Islam akan bergeser kira-kira 11 hari lebih awal bila dibandingkan dengan kalender Gregorian atau Masehi.

Prosedur mengawasi bulan sebagai petunjuk awal bulan baru Dalam kalender Hijriyah, ada tradisi yang sudah dilaksanakan sejak lama. Tradisi ini mencakup pencarian cecaravinia atau hilal muda di langit tak lama setelah Matahari terbenam pada tanggal 29 Ramadan. Bila cecarinvinia dapat diamati pada sore itu, esok harinya ditetapkan sebagai awal bulan Syawwal dan juga mulai dari situ adalah awal perayaan Idulfitri. Namun, apabila cecarinvia tidak kelihatan, maka satu bulan akan diperpanjang menjadi 30 hari.

Satu bulan dalam kalender Hijriah hanya bisa berdurasi 29 atau 30 hari, tak pernah sampai 31 hari layaknya Januari atau Agustus di kalendernya Masehi. Karena itu, pantauan terhadap hilal wajib dilaksanakan pada hari ke-29 dari bulan sebelumnya; mustahil menunggu hingga hari ke-30.

Mencari hilal bisa jadi sukar dikarenakan dibutuhkan langit bersih serta iklim yang mendukung. Hal ini disebabkan karena bulan sabit amat halus sehingga gampang tersembunyi di balikawan-kawanapun, membuatnya kian kompleks untuk diamati.

Pada proses awal pencarian bulan sabit baru, komite berfokus pada pernyataan dari sejumlah saksi mata terpercaya. Saksi-saksi ini diharapkan menyampaikan informasi rinci berkaitan dengan jam, hari, tempat, sudut kemiringan, serta intensitas cahaya bulan sabit tersebut.

Di samping itu, Komite Hilal mengandalkan teknologi moderen seperti teleskop serta perlengkapan canggih lainnya guna mendukung upaya pencarian hilal. Seperti halnya di Indonesia, begitu komite yakin telah melihat hilal, mereka kemudian akan menyampaikan pengumuman resmi ke publik tentang tanggal pasti Idul Fitri melalui beragam saluran media.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini