"Telah berlalu satu tahun sejak pembagian uang dilakukan untuk pertaruhan adu ayam. Uang dibagikan kepada beberapa pihak; polisi dari Satuan Polisi Sektor dan anggota militer, mereka mengambil bagian dari uang tersebut. Saya tidak mengetahui proses distribusinya, namun ada orang-orang yang mendapatkan uang itu, dan hal ini telah terjadi selama setahun," ungkap Eko seperti ditulis oleh Tribun Lampung.
Pernyataan itu menimbulkan dugaan bahwa Kapolsek Negara Batin, AKP Lusiyanto, yang meninggal karena tembakan oleh seorang anggota TNI selama operasi penangkapan, terlibat dalam penerimaan uang dari aktivitas perjudian sabung ayam.
Merespon dugaan itu, anggota Biddokkes Polda Lampung Aipda Romi Indra Setiawan mengunjungi tempat tinggal pribadi AKP Anumerta Lusiyanto yang telah meninggal.
Nyambi Sopir Travel
Sementara itu, profesi tambahan dari AKP Anumerta Lusiyanto adalah sebagai supir bus pariwisata.
Salsabila, anak semata wayang, AKP Anumerta Lusiyanto, yang gugur dalam penggerebekan sabung ayam di Way Kanan, Lampung, mencurahkan isi hatinya soal kepergian sang ayah.
Lewat TikTok miliknya @.sabils, Salsabila, bersaksi bahwa ayahnya adalah seorang yang baik.
Saya percaya bapaknya pasti tidak akan menyediakan biaya hidup maupun pendidikan baginya menggunakan uang yang diperoleh secara haram.
Sebagai gantinya dari penerimaan suap, AKP Anumerta Lusiyanto malah menjadi supir untuk sebuah perjalanan wisata.
Lusiyanto bahkan melakukan ini agar dapat hadir dalam acara wisuda putrinya yang akan berlangsung di bulan Mei tahun 2025.
Editor : Pimred Laksamana.id
