Tekanan akibat performa superior Marquez di dua putaran awal musim ini menyebabkan gaya balap Bagnaia sedikit berbeda.
"Saya dapat melihat Bagnaia keluar dari pit dan wajahnya tidak terlalu bersahabat," kata Pol Espargaro, dilansir Laksamana.iddari Motosan.
"Tak diragukan lagi, dia mengalami masalah, karena memiliki rekan setim yang kemudian bisa menyalip dan mengalahkan Anda."
Kejadian tersebut mungkin dialami oleh motornya, tim Anda, apabila awalan yang tidak baik dirasakan, hal itu berpotensi terjadi.
"Lagipula bila tim matesmu adalah Marc Marquez," katanya melanjutkan.
Selanjutnya, alasan mengapa pria ini, sekarang menjadi pembalap tes untuk KTM, tidak dapat menetapkan batasannya sendiri adalah karena Bagnaia harus kalah lebih dulu dibanding kedua pembalap tim satelit tersebut.
Ya, Bagnaia menyelesaikan lomba di posisi keempat di Grand Prix Argentina setelah terdampar dibelakangi oleh Alex Marquez, sang juara dari tim Gresini Racing, yang berhasil finish di peringkat kedua.
Di samping itu, pemenang kejuaran dunia MotoGP tahun 2022 dan 2023 tersebut juga mendapat dukungan dari sahabat karibnya, Franco Morbidelli, yang merupakan bagian dari tim VR46 Racing Team dan berhasil finish di posisi ketiga.
Espargaro juga menyatakan bahwa hasil tersebut sangat sulit untuk diterima ketika melihat Bagnaia harus kembali kalah dari Marquez.
Editor : Pimred Laksamana.id