2. Suplemen Alam: Natural belum tentu berarti aman
Suplemen alami sering dianggap sebagai pilihan yang lebih aman daripada obat-obatan medis. Walaupun sebagian besar suplemen bisa memberikan manfaat, masih ada juga produk-produk tertentu, khususnya yang tidak melewati uji keselamatan secara komprehensif, yang mungkin mencakup zat-zat berbahaya atau logam-logam berat seperti arsenik, timbal, atau merkuri. Zat racun tersebut bisa bertambah dalam tubuh dan membawa dampak buruk jangka panjang bagi organ ginjal.
Walaupun kotak paketnya mengklaim produk tersebut "alamiah" atau "herbali", ini belum tentu menjamin keselamatannya bagi pemakaian lama-lamapun. Sejumlah lotion serta bedak warisan lokal sudah terhubung dengan gangguan ginjal. Apabila kamu mempergunakan tambahan tumbuhan alami, pastikan senantiasa mendapatkan merk yang dikenal luas dan diskusikan dengan petugas medismu sebelum mencampakkannya dalam agenda harianmu.
3. Analgesik: Memberikan kenyamanan tetapi mungkin memiliki efek samping yang berbahaya
Banyak di antara kita telah memakai obat pereda nyeri non-resep seperti ibuprofen atau aspirin untuk menangani migrain, kram, atau ketidakt comfort an lainnya.
Walau obat-obatan tersebut efektif menenangkan rasa sakit secara singkat, minumnya dengan frekuensi tinggi bisa berbahaya bagi organ ginjal Anda. Jenis obat antiradang yang tidak menggunakan steroid seperti NSAIDs akan mengurangi aliran darah menuju ginjal, serta apabila dikonsumsi secara rutin bisa mengakibatkan cedera pada ginjal.
4. Teh Hijau: bermanfaat untuk kesehatan apabila dikonsumsi dengan takaran yang tepat, namun dapat membahayakan jika diminum secara berlebihan
Teh hijau kerap dicalonkan sebagai salah satu minuman paling bermanfaat bagi kesehatan global, populer gara-gara sifat antioxidannya serta kebaikan-kebaikannya untuk tubuh. Tetapi apakah kamu tahu bahwa konsumsi berlebihan dari teh hijau, terpenting jika dikonsumsi secara besar-besaran (misalkan meminum lebih dari 500 ml per hari) bisa menambah peluang pembentukan batu ginjal? Ini disebabkan oleh adanya zat oksalat pada teh hijau yang mampu bersatu dengan unsur kalsium di organ ginjal sehingga menciptakan batu.
Hal ini bukan berarti Anda perlu mengakhiri kebiasaan meminum teh hijau secara total—cukup nikmati dalam jumlah wajar. Bila Anda pernah didiagnosis memiliki batu ginjal di masa lalu, atau bila Anda termasuk kelompok risiko, lebih baik pantau asupan teh hijau Anda dan pastikan untuk tetap terhidrasi dengan cukup.
5. Suplemen Protein: Berlebihan juga tidak selalu baik
Untuk pecinta kesehatan fisik, suplemen protein menjadi elemen biasa dalam jadwal setelah olahraga. Walaupun campuran bubuk atau minuman shake tersebut bisa mendukung pembentukan otot, mengonsumsi protein secara berlebihan mampu menyebabkan beban besar bagi organ ginjal Anda.
Ginjal memiliki peranan penting dalam penyaringan limbah hasil metabolisme protein. Apabila kita memberikan beban yang berlebih pada ginjal melalui asupan protein dalam jumlah besar (khususnya dari suplemen), hal tersebut bisa mengakibatkan gangguan pada organ ginjal.
6. Produk pelurus rambut
Produk penstraightening rambut, penerapan rutin perawatan ini bisa memicu kerusakan pada organ ginjal sebab kandungan asam glioksilat di dalamnya. Zat tersebut dapat diserap saat proses treatment lewat kulit dan berpotensi merusak ginjal dengan cara menyebabkan gangguan ginjal akut.
Mempertahankan kesehatan ginjal Anda berawal dari kesadaran
Editor : Pimred Laksamana.id