Tanaka memang merupakan legenda hidup. Filosofinya dalam menjalani hidup adalah: "Tidak ada upaya adalah usaha terbaik." Tiap harinya, ia mencoba melaksanakan semua aktivitas dengan energi seefisien mungkin—mulai dari tiduran di kelas, minta dibawa oleh sahabatnya untuk pergi ke kantin, sampai curang sedikit demi menghemat stamina saat menyelesaikan pekerjaannya. Namun, takdirnya sering kali tidak baik; ia menjadi korban lelucon teman-temannya yang energetik dan suka bergulir-guling. Sebagai contoh, ketika dia diminta menjadi model fotografi tim olahraganya, atau dipaksa turut serta dalam kompetisi makana keripik.
Menariknya, Tanaka selalu berhasil melewati setiap kesulitan dengan sikap acuh tak acuh seperti "yah sudahlah, asalkan aku senyaman mungkin." Menonton animenya seolah melihat diriku saat berpuasa: malas untuk melakukan apa pun dan hanya ingin terus tertidur, namun masih perlu bertahan hingga waktu berbuka tiba. Karakter Ohta, sahabat baik hatinya yang bersedia menggendong Tanaka layaknya karung beras, sangat lucu sekali. Adegan di mana Ohta membawa Tanaka kemana saja meski orang tersebut sedang lelap benar-benar menjadi puncak dalam cerita!
Apa yang membuatnya menarik: Walaupun Tanaka kelihatan acuh, ia memiliki pandangan hidup yang akan membuatmu berpikir, "Hmmm, benar juga yah..." Contohnya, dia pernah berkata, "Mengapa harus repot jika kita dapat bersantai? "--- prinsip ini mungkin pas untuk menghabiskan waktu saat puasa!
4. "Silver Spoon": Si Urbanitas Jadi Petani, Otomatis Paham Nilai Masygul dari Sebungkus Takjil!
Bagaimana perasaannya menjadi seorang anak kota yang secara mendadak bersekolah di desa? Tanyakan saja kepada Yuugo Hachiken. Remaja SMA ini lari dari beban keluarganya dengan mendaftar di sebuah sekolah peternagan—eh, ternyata ia menemukan dunia baru yang membuatnya terkejut bukan main. Mulai dari belajar memotong leher ayam, membersihkan kotoran sapi, hingga panen kentang, semua cerita tersebut disampaikan dengan detil namun tidak menjenuhkan.
Hal yang membuat animenya istimewa adalah alurnya sangat relatable. Seperti saat Yūgo menangis minta dibawa pulang karena tidak tahan dengan baunya pupuk, atau ketika ia menyadari bahwa setiap butiran nasi merupakan hasil usaha para petani. Adegan di mana dia mempelajari cara memasak dari bahan mentah hingga menjadi sajian lezat pun dapat membantu Anda lebih menghargai piring berisi nasinya pada saat berbuka puasa.
Jangan keliru—ada pula saat-saat lucu seperti ketika Yuugo mencoba mengendarai tractor dan terjebak dalam tanah lembab. Atau pada situasi ia merasa takut melihat seekor babi hamil, padahal sebenarnya hanya karena si babi sedang kekenyalan makanannya. Anime ini merupakan campuran ideal dari komedi dan nasihat tentang kehidupan. Sangat cocok untuk orang-orang yang ingin tertawa sembari mempelajari sesuatu yang baru!
5. "Tempat yang Lebih Jauh dari Semesta": 4 Gadis Berani Ekspedisi ke Antarktika, Perjalanannya Membuat Bulu Kuduk Bergerak!
Ingin menonton anime yang membuat Anda bersemangat dalam menjalani hari? Coba deh yang satu ini! Kisahnya mengikuti empat gadis muda yang memutuskan untuk bergabung dalam sebuah ekspedisi ke Antarktida—iya, benar-benar menuju Kutub Selatan! Shirase ingin bertemu dengan ibunya yang hilang di sana, Mari mencari identitas dirinya, Hinata hanya penasaran ingin melihat penguin, sedangkan Yuzuki sekadar mau mendapatkan sahabat baru.
Mereka menjelajahi petualangan yang tidak kalah menarik dari film-film Hollywood. Misalkannya saat mereka mengumpulkan uang untuk membeli tiket kapal dengan bekerja paruh waktu sebagai pembersih toilet. Atau ketika mereka berlarian kesana kemari di seluruh kota hanya demi mencari sinyal Wi-Fi agar bisa menelepon keluarga. Adegan mereka berdiri tegap di tengah-tengah gletser Antartika sembari berteriak-teriak membuat bulu kuduk meremang—sama sekali seolah mengingatkanmu bahwa batas-batas hanyalah sesuatu yang ada dalam pemikiran saja.
Editor : Pimred Laksamana.id