Bukan hanya itu saja, pernyataan 'Coba ungkapkan dengan kata-kata' justru tanpa disadari mendorong anak-anak untuk mengecilkan perasaan mereka daripada memperkuat kemampuan interpersonal dan emosionalnya.
Metode untuk membantu anak mengenali dan mengelola perasaannya
Anak-anak merasakan emosi sebelum mampu menggunakan kata-kata untuk mendeskripsikan perasaan tersebut. Selain itu, anak-anak juga memiliki pemahaman tentang bahasa sebelum dapat berkomunikasi lisan.
Maka itu, Bunda dapat mendukung si kecil dalam menyadari perasaan mereka dengan mendorong pengembangan bahasa emosi pada anak. Sebagaimana diambil dari situs tersebut: Raising Children Berikut adalah sejumlah saran yang dapat diikuti:
1. Berikan label
Jika Anda melihat buah hati mengungkapkan suatu emosi, sebutkan perasannya itu dan diskusikan dengannya. Sebagai contoh, katakanlah, "Wajahmu berseri-seri seperti bunga matahari. Pasti kamu sangat girang bertemu aku." atau "Air matamu jatuh satu persatu. Mungkin kamu merasa kesal karena belum dapat memainkan mainan ini."
2. Kelompokkan sesuai dengan emosi yang dirasakan oleh orang lain
Emosi tidak hanya dapat diidentifikasi oleh si anak saja, tetapi juga bisa dipahami dari ekspresi emosional orang lain. Anda dapat memberikan nama atau label terhadap emosi yang diamati anak dalam konteks orang lain misalnya 'Bibi merasa sedih karena mengingatkan akan kakek.'
3. Gunakan permainan
Ibu dapat mendukung si kecil dalam menjelajahi perasaannya lewat aktivitas bermain. Beberapa contoh permainan yang bisa merangsang pengembangan emosi buah hati Anda termasuk pertunjukan wayang, tarian, bernyanyi, serta membacakan cerita.
4. Berikan langkah-langkah untuk mengidentifikasi perasaan
Ibu dapat mendemonstrasikan kepada anak cara ibu mengidentifikasi perasaan dan membantunya untuk mengenal perasaannya sendiri. Sebagai contoh, dengan menyatakan 'Saat Ibu menjatuhkan cangkir, Ibu berteriak kenceng. Apakah hal serupa juga pernah dialami olehmu ketika membuat kesalahan dan merasa jengkel?'
5. Ajarilah anak cara mengendalikan emosi mereka.
Saat buah hati belajar tentang emosi, bunda harus membimbingnya bagaimana caranya tenang saat menghadapi emosi yang intens. Ajarilah si kecil untuk mencoba menghitung hingga sepuluh atau bernapas dalam sebanyak lima kali.
Pilihan Redaksi
|
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway , yuk join Komunitas Laksamana.idSquad. Untuk mendaftar, silakan klik disini. SINI . Gratis!
Editor : Pimred Laksamana.id
Berikut Adalah Respons yang Sesuai Saat Si Kecil Bertanya Tentang Lokasi Allah Versi Ahli
Hindari Mengatakan "Berhati-hati Saja" Saat Membekali Anak, Coba Frase Alternatif ini Menurut Ahli Psikologi
Hindari Mengatakan "Bagaimana Sesi Belajarmu Hari Ini?" Ketika Anak Kembali dari Sekolah, Coba Frase Alternatif ini Menurut Ahli