"Kini terlihat sudah bersih, sedangkan sebelumnya benar-benar tidak enak dipandang, mungkin juga menjadi lebih luas," tambahnya.
Sebelumnya dilaporkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mengawasi penghancuran 60 gubukan yang berada di tepi Sungai Sepak di Desa Srimukti dan Desa Srijaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada hari Jumat tanggal 14 Maret 2025 mulai pukul 10:00 Waktu Indonesia Bagian Barat.
Pada operasi penggusuran tersebut, sebuah excavator digunakan untuk menyeret beberapa gedung yang terletak di tepian Sungai Sepak.
Di situs ini, bangli itu telah menjadi rumah serta warung bagi penduduk lokal selama bertahun-tahun.
Mereka terpaksa harus mengizinkan bangli itu dirobohkan saat sebuah excavator mulai melaju menuju barisan bangli tersebut.
Wana (55), seorang pedagang sate dari Bangli, menyatakan tidak menerima informasi apapun tentang penertiban tempat usahanya yang berlangsung hari itu.
Dia hanya mengenal fakta bahwa penggusuran terjadi pada tanggal 10 April 2025.
"Rencananya akan digusur pada tanggal 10 April setelah Lebaran. Namun, siapa yang mengetahuinya hari ini tidak jelas; baik lurah maupun camat pun tak memiliki informasi tentang hal tersebut. Hari ini saja kami baru mendengarnya," ungkap Wana saat berada di lokasi, Jumat.
Editor : Pimred Laksamana.id