Juru bicara Departemen Luar Negeri Tammy Bruce menyebutkan pada hari Sabtu bahwa mereka sudah mendiskusikan tindakan berikutnya berkaitan dengan situasi di Ukraina.
Dia menambahkan bahwa Rubio dan Lavrov sepakat untuk tetap bekerja demi pemulihan komunikasi diantara Amerika Serikat dan Rusia.
Telepon tersebut dijalankan beberapa jam setelah Britania Raya mengadakan pertemuan tingkat tinggi secara daring terkait Ukraina. Dalam kesempatan ini, Perdana Menteri Britania Raya, Keir Starmer, mendakwa bahwa Putin sedang membelanjutkan waktu untuk gencatan bermusuhan.
Esok hari, Kiev menyebut bahwa Rusia telah menerjunkan 90 drone tanpa awak Shahed produksi Iran ke sembilan daerah di Ukraine.
Pada saat yang sama, Putin menyampaikan bahwa dia berencana untuk mendiskusikan ketakutan Moskow dengan Trump lewat sambungan telpon.
Zelensky menyebutkan bahwa tanpa menerima gencatan senjara, Putin secara tak langsung mendukung Trump.
Dia mengkritik Putin karena menyebutkan bahwa gencatan senjata dinilai terlalu kompleks dan penuh tantangan.
Di hari Minggu, Ukraina melaporkan bahwa seorang meninggal dunia karena serangan drone milik Rusia di kota Izyum dalam daerah Kharkiv. Kota ini sempat dikuasai oleh Rusia saat awal invasi terhadap Ukraina dan kemudian berhasil dipulihkan kendali oleh tentara dari Kiev.
Editor : Pimred Laksamana.id