Perusahaan teknologi asal Cina menghasilkan terobosan baru melalui penciptaan agen kecerdasan buatan otomatis pertama mereka. Agen KI ini dinamai Manus, dirilis minggu lalu, dan segera menarik perhatian para pengamat KI saja.
Dilansir Business Insider Menurut beberapa referensi yang dikutip, Manus dibuat oleh startup Asal dari China, Monica, yang merupakan bagian dari grup Butterfly Effect. Kebijakan privasi Manus menunjukkan bahwa Butterfly Effect adalah badan yang terdaftar di Singapura.
Tidak seperti kebanyakan chatbot Lainnya mungkin membutuhkan berbagai perintah manusia untuk menuntaskan suatu pekerjaan, sementara Manus bisa mengatasi tugas yang rumit tanpa bantuan langsung dan selesai dari awal sampai akhir cukup dengan menerima instruksi pertama dari si pengguna.
Dalam klip peresmiannya, ditampilkan cara kerja Manus AI yang sedang melakukan pengelompokan. resume , menilai para calon, dan mengatur data menjadi formatnya spreadsheet dalam hitungan detik.
“Ini bukan sekadar chatbot biasa. Ini adalah Agentic AI yang sepenuhnya otonom yang menjembatani kesenjangan antara konsepsi dan eksekusi,” ujar Yichao Peak Ji, salah satu pendiri Manus dalam sebuah video sebagaimana dikutip Business Insider .
Perusahaan juga menambahkan bahwa Manus bisa memeriksa pola pergerakan saham, mendapatkan informasi dari internet, dan merancang halaman web yang responsif. Aplikasi tersebut bekerja pada cloud Artinya, aplikasi ini masih akan bekerja meskipun penggunanya telah meninggalkan sistem.
Mereka menyatakan bahwa Manus unggul dibandingkan dengan model Deep Research dari OpenAI menurut kriteria GAIA, suatu instrumen perbandingan antarmodel. Saat ini, Manus masih memiliki akses terbatas dan hanya sebagian kecil orang yang dapat menggunakannya.
Bagaimana Manus tercipta?
Ji menyebutkan bahwa saat ini basis Manus menggunakan Claude 3.5 Sonnet v1 serta model AI Qwen dari Alibaba yang sudah diperbaiki.
"Ji menjelaskan bahwa kami menggunkan Claude dan beberapa versi Qwen yang telah disesuaikan," katanya dalam suatu pembicaraan. posting -an di X. “Dulu ketika kami mulai membangun Manus, kami hanya memiliki Claude 3.5 Sonnet v1, jaid kami membutuhkan banyak model tambahan. Sekarang Claude 3.7 terlihat sangat menjanjikan, kami sedang menguji secara internal.”
Sejumlah individu berusaha menyamakan Manus dengan DeepSeek, yaitu model kecerdasan buatan asal Tiongkok yang pernah membuat heboh kalangan teknologi global. Walaupun kedua alat ini sama-sama memberikan fitur kecerdasan buatan tingkat lanjut, Manus memiliki keunggulan dalam hal sistem otonom sepenuhnya serta mampu melakukan pekerjaan rumit tanpa bantuan dari pihak manusia.
Editor : Pimred Laksamana.id