Pangeran Hisahito, sepupu Kaisar Naruhito, serta pewaris kedua tahta Jepang, menyelenggarakan konferensi pers perdana pada hari Senin (3/3/2025). Dia bersumpah untuk melaksanakan kewajibannya dalam melayani kerajaan secara sungguh-sungguh.
Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Istana Akasaka Estate di Tokyo guna memperingati ke dewasaannya, remaja berumur 18 tahun tersebut menyampaikan pendapatnya seputar fungsi ikonis dari jabatan kaisar. Ia juga mencerminkan pandangan sang kakek, yakni mantan Kaisar Akihito, serta pamananya.
Ketika menyatakan hal tersebut, Hisahito mengungkapkan pemikirannya: 'Saya mengakui diri sebagai bagian dari keluarga kerajaan yang sudah dewasa. Saya berencana menjalankan kewajiban saya secara sungguh-sungguh dan penuh perhatian, serta akan selalu menerima masukan dari mereka-mereka yang ada disekitar saya,' demikian dilaporkan oleh situs resminya. Channel News Asia.
|
Aturan Jepang tidak membolehkan wanita menjadi penerus tahta, sehingga membuat Hisahito sebagai satu-satunya calon penerus yang sah dalam keluarganya dari dinasti Kekaisaran Jepang.
Pangeran tersebut menyampaikan bahwa dirinya akan meniru teladan dari pamannya serta anggota senior kerajaan, sejalan dengan lanjutan pendidikannya di perguruan tinggi yang dimulai pada bulan April tahun 2025.
| Kehidupan Setelah Keluarnya Putri Mako dari Kekaisaran Jepang, Menjadi Warga biasa di Amerika Serikat |
Fakta menarik Pangeran Hisahito
Walaupun umurnya masih sangat muda, Pangeran Hisahito kelihatan telah siap untuk menjadi pewaris tahta Jepang selanjutnya, Bu. Berikut ini adalah beberapa informasi menarik mengenai putra mahkota tersebut yang bisa Anda ketahui.
1. Hanya satu pewaris tahta Jepang
Peran Hisahito sebagian sebagai muda menjadi kian vital untuk dinasti kekaisaran Jepang, yang sudah menguasai negeri itu lebih dari satu milenium.
Hisahito merupakan satu-satunya ahli waris bagi generasinya di kalangan Kerajaan Jepun berkat Undang-Undang Keluarga Kekaisaran yang membolehkan hanya lelaki dengan hubungan kekerabatan terus kepada Maharani untuk menjadi penerimanya.
Pemerintah konservatif Jepang berharap bahwa garis keturunan kerajaan harus tetap dikuasai oleh pria dan tidak tergantung pada wanita.
Pada bulan September ketika Hisahito berusia 18 tahun terakhir, dia menjadi pria pertama dalam keluarga kerajaan yang melakukan hal itu sejak sang ayah, yang mengecapkan kemerdekaan pada November 1985.
Editor : Pimred Laksamana.id