Sebabnya, dia menjelaskan, tingkat kedewasaan emosi dan kapabilitas untuk mengatasi tantangan seseorang merupakan elemen-elemen utama saat memilah pasangan agar mencapai keadaan jiwa yang sehat.
Pada kesempatan tersebut, ia menyatakan bahwa berdasarkan beberapa penelitian, stabilitas emosi seseorang baru tercapai saat menginjak usia 30-an tahun. Di lain pihak, individu dalam rentang umur 20-an masih dalam proses belajar dan berkembang menuju kedewasaan. Ironisnya, di Indonesia kebiasaan pernikahan seringkali dilakukan ketika seseorang belum mencapai usia 30-an.
Periode ketika kita masih labil atau belum cukup dewasa dari segi emosi. Misalkan saja, let's say Pasangan mereka berganti. Dan saat pasangan mereka berbeda, kemungkinan besar tipe orangnya pun sudah berubah. Chemistry -"punya juga menjadi tidak mendapatkan," ujarnya.
Namun, kata dia lagi, itu bukanlah suatu keharusan, sebab beberapa orang sudah bisa dewasa secara emosi di usia 20-an. Ia juga menekankan pentingnya tidak tergesa-gesa dalam mencari jodoh dan harus lebih teliti saat memilih.
Editor : Pimred Laksamana.id