"Benar-benaran tidak sekedar sepi lagi. Sudah sangat hening," ungkap Nunung dengan menekankan kata 'hening'.
"Sementara makanannya tidak berubah, justru ada penambahan menu seperti takjil dan es teler, serta harganya pun tetap sama. Begitulah tiba-tiba," imbuhnya.
Nunung bercerita bahwa sebelumnya pembelinya dapat menawar harganya.
Ternyata, seiring semakin padatnya bisnisnya, Nunung hingga merekrut 16 pegawai.
Tersiksa Banyak Permasalahan Sampai Menjual Hartanya, Nunung Berterima Kasih Memiliki Suami Yang Selalu Ada Di Sisi
"Jumlah karyawannya mencapai 16 orang karena jika hanya 5-10 orang kurang memadai untuk mengejar target," jelas Nunung.
"Susul-susulan seperti ular tangga hingga antri panjang, sebab rasanya lezat. Terlebih lagi rujak cingurnya, sangat populer, cumi bakalut juga, dan dadar jagung," terangnya.
Karena ada pengurangan dalam jumlah pelanggan, bahkan meliputi penjualan daring, hal tersebut pernah menyebabkan keluarga Nunung berpikir tentang pemutusan hubungan kerja terhadap para pekerjanya.
"Aku bingung anakku, bagaimana jika jumlah pegawai dipotong?" kata Nunung sambil menambahkan bahwa dia tidak bisa hati nurani menyaksikannya.
"Apart dari itu, mungkin setelah lebaran kita bisa merapikan semuanya kembali," tambahnya.
Editor : Pimred Laksamana.id