Scroll untuk baca artikel

Bolehkah Memberi Imbalan Saat Ajarkan Anak Berpuasa? Pelajari Aturannya

Bolehkah Memberi Imbalan Saat Ajarkan Anak Berpuasa? Pelajari Aturannya
Bolehkah Memberi Imbalan Saat Ajarkan Anak Berpuasa? Pelajari Aturannya

Bagaimana Menghindari Efek Negatif dari Pemberian Hadiah

Pada kesempatan tersebut, Ustazah Faiza juga menyampaikan berbagai metode yang dapat diterapkan guna menghindari dampak buruk memberi hadiah kepada anak-anak. Inilah daftar lengkapnya:

1. Berikan batasan

Langkah awal yang dapat diambil Ibu dan Bapak adalah dengan menetapkan batas. Sebagai contoh, mereka bisa menjelaskan bahwa hadiah ini hanya dipersembahkan sekali karena anugerahan yang lebih berharga selanjutnya akan datang dari Allah SWT.

Boleh diberikan batasan, seperti contohnya. 'Hanya kali ini yaa Nak, Ayah dan Bunda akan memberikan hadiahnya. Sebab ini baru latihan. Umurnya juga belum dewasa. Bahkan besok jika berpuasa tanpa mendapat hadiah sekalipun, anak-anak tetap mampu melakukannya. Mengapa demikian? Karena ibadah puasa tidak terkait dengan hadiah dari Mama atau Papa, namun lebih kepada cara kita mengasihi Allah, serta bagaimana kita bisa meraih anugerah yang jauh lebih besar dari-Nya. Sementara untuk harta benda, hanya sedikit hal kecil yang bisa kami sumbangkan,' ujar Ustazah Faiza.

Ini akan memberikan pelajaran pada anak bahwa mereka tidak harus menganggap ibu bapak sebagai sumber kegembiraan saat beribadah. Di samping itu, hal tersebut juga bisa membentuk pikiran pada anak bahwa ritual beragama dilakukan lebih karena kedua orang tuanya daripada atas nama Tuhan.

2. Sajikan sebuah latar belakang mengenai kehidupan pasca alam semesta.

Bukan hanya dengan memberi hadiah, Bunda dan Ayah dapat pula menyampaikan pendekatan-pendekatan yang positif semisal memperkenalkan konsep kehidupan pasca-dunia ini kepada si buah hati. Coba ceritakan tentang bagaimana kondisi mereka yang giat berpuasa di alam akherat tersebut.

Sebagai contoh, sejak usia Sekolah Dasar, kita bisa memperkenalkan kepada mereka tentang kehidupan selepas alam dunia, seperti halnya dengan konsep akhirat. Dengan begitu, kita jelaskan bagaimana kondisi orang-orang yang berpuasa di akhirat nanti, agar si anak dapat mengendalikan diri dan meredakan hasrat untuk mendapatkan anugerah-anugerah. 'supporting system' "Yang terdapat di alam semesta-Nya," ungkap Ustazah Faiza.

Dengan mendidik mereka seperti itu, anak-anak akan terus bersungguh-sungguh dalam berpuasa walaupun tak ada pujian atau imbalan. Mereka akan tetap melaksanakan perbuatan baik termasuk di antaranya adalah puasa.

"Sejak diperkenalkannya perlahan-lahan oleh orang tuanya mengenai topik-topik seperti kehidupan abadi, contohnya adalah akhirat, dengan bertahap dan berhati-hati," terangnya.

Berikut ini adalah pembahasan mengenai aturan mendidik anak untuk puasa sambil memberi imbalan, Bunda. Mudah-mudahan informasi tersebut bermanfaat bagi Anda.

Pilihan Redaksi
  • Apakah Anak yang Bohong Tentang Puasa Perlu Dituntut?
  • Anak Menjerit Meminta Gugurkan Puasa, Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Orang Tua? Berikut Penjelasan Dari Ustazah
  • Menanamkan Kepedulian dan Kebersamaan pada Anak-anak Selama Bulan Ramadhan

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway , yuk join Komunitas Laksamana.ID Squad. Untuk mendaftar, silakan klik disini. SINI . Gratis!

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini