Setelah itu, ia memulai kariernya dalam teknologi informasi sebagai Manajer Umum TI di Bank Bali. Di sana, ia dan timnya menciptakan perangkat lunak mereka sendiri guna mendukung proses digitalisasi yang dilakukan oleh bank tersebut.
Tindakan itu membuat bank di mana dia bekerja menjadi salah satu dari sedikit bank yang telah melakukan transaksi berbasis komputer sejak tiga puluh tahun yang lalu.
Di tahun 1989, ia kemudian membentuk PT Sigma Cipta Caraka, serta bertindak sebagai direktur hingga tahun 2010. Bisnis tersebut juga merupakan asal-usul dari grup Sigma, sebuah perusahaan yang menyediakan solusi perbankan dengan mengembangkan software untuk berbagai bank di Indonesia.
Saat membangun Sigma, Toto menjelaskan bahwa dia ditemani oleh lima karyawan lain dari bank itu sendiri. Menurutnya, pada tahap pertama, Sigma bertujuan untuk menjadi penyedia perangkat lunak yang produk-produknya dapat dipergunakan di lebih dari sepuluh perusahaan.
Perusahaan tersebut terus tumbuh dan akhirnya diambil alih oleh perusahaan publik telekomunikasi milik negara, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), pada tahun 2010 lewat jalur TelkomMetra. Saat ini, nama mereka dikenal sebagai Telkomsigma.
Tidak merasa cukup hanya dengan satu perusahaan, Toto pun mendirikan PT Indointernet Tbk. (EDGE) yang menjadi provider layanan internet pertama di Indonesia tahun 1994.
Tidak mau kalah dari DCII, Indointernet pun resmi go public setelah 27 tahun beroperasi, yaitu pada bulan Februari 2021.
Editor : Pimred Laksamana.id