Sebagai orang tua, Bunda pasti memiliki kekhawatiran setiap kali melihat Si Kecil bermain atau menjalankan aktivitasnya. Kata-kata seperti 'Hati-hati ya, Nak', 'Jangan memukul, ya', atau 'Siapa yang melakukan ini?', pasti menjadi bagian dari percakapan sehari-hari.
Tidak ada yang salah dengan peringatan-peringatan ini, Bunda. Sebagai orang tua, Bunda hanya ingin melindungi mereka dari berbagai bahaya yang mengancam.
Perlu diketahui bahwa jika perkataan ini terlalu sering diucapkan, ternyata bisa mempengaruhi cara anak belajar menghadapi tantangan dan mengambil risiko. Meski ingin menjaga Si Kecil, tetap penting untuk memberikan ruang bagi ana untuk belajar mengambil keputusan dan menghadapi konsekuensi dari pilihan yang mereka buat.
.
|
Manfaat anak mengambil risiko
anak yang berani mengambil risiko tentu akan meningkatkan rasa kemandirian, keterampilan menilai risiko, serta stres positif yang akan mendorong pertumbuhannya, Bunda. Tidak hanya itu, Si Kecil juga akan mengevaluasi batasan mereka saat bereksperimen dan mendorong diri mereka untuk selalu mengambil risiko.
Beberapa anak secara alami lebih berani mengambil risiko. Namun, mereka tetap memerlukan dukungan untuk memastikan langkah mereka tetap aman. Di sisi lain, ada anak-anak yang cenderung menghindari risiko dan membutuhkan dorongan agar mereka berani mencoba hal-hal baru.
| Hindari Ucapkan "Jangan" ke Anak, Ini 10 Kata Pengganti Terbaiknya |
Saat anak mulai belajar mengambil risiko, mereka juga belajar untuk melangkah sesuai dengan kemampuan mereka sendiri dan menilai situasi dengan bijak. Hal ini membantu mereka mengembangkan keterampilan baru dan meningkatkan rasa percaya diri.
Sebagai orang tua, Bunda mungkin perlu mengingatkan anak agar berhati-hati dalam mengambil risiko tertentu. Namun, selain kata 'hati-hati', Bunda bisa memilih kata-kata lain yang lebih mendorong anak untuk berpikir dan bertindak dengan bijaksana.
Kata pengganti 'hati-hati' terbaik menurut psikolog
Jamie Glowacki mengatakan bahwa setiap Bunda mengucapkan kata 'hati-hati', biasanya anak akan dalam keadaan baik. Hal ini tandanya anak bisa menavigasi risiko mereka lebih dari yang Bunda kira.
"Meskipun mereka mungkin membuat beberapa kesalahan dalam prosesnya, mereka pasti akan mendapatkan beberapa kesuksesan yang sangat keren," jelasnya.
Editor : Pimred Laksamana.id