Laporan Wartawan laksamana.id, Ines Noviadzani
Bulan Ramadan dimanfaatkan Karina Ranau untuk melakukan kegiatan yang positif. Istri Epy Kusnandar itu menjual makanan ringan di sekitar apartemen miliknya yang terletak di kawasan Kalibata City, Jakarta Selatan.
Dia menjual berbagai jenis makanan ringan, mulai dari kolak, gorengan, hingga sop buah. Bahkan keuntungannya pun cukup lumayan.
Dilansir dari Tribunnews, Karina Ranau menjelaskan bahwa ia memasak berbagai jenis takjil sendirian dengan bantuan keluarga mulai dari subuh.
"Aku masak sendiri, ada beberapa satu atau dua yang dibikin sama saudara karena gak sempat kepegang kalau aku semua sebanyak ini," jelasnya.
"Kebetulan suami, biasanya kakak begitulah kalau di bulan Ramadan mendapatkan rezeki. Membantu juga. Kami sudah dari subuh memasak semua di sini," katanya.
Berbagai macam minuman ringan ia jual, namun menurut Karina yang paling banyak diburu pembeli ialah kolak dan gorengan untuk disantap saat buka puasa.
"Kalau inceran sih banyak banget yang manis-manis. Kalau minum es, yang paling sering dikonsumsi adalah kolak, lalu cemilan gorengan, lontong, arem-arem, dan kue-kue seperti ini. Biasanya seperti itu yang paling disukai semua," kata Karina.
Epy Kusnandar tampak tidak terlibat langsung di lokasi penjualan karena sibuk dengan urusan syuting. Namun Karina Ranau terlihat fokus menata berbagai jenis makanan ringan yang dijualnya.
"Saya harus menjual sendiri karena Epy lagi syuting," kata Karina.
Tentu saja Karina tidak mengurus dagangannya sendiri, ia dibantu oleh empat orang pegawai yang menjajakan lebih dari 10 jenis makanan ringan yang berbeda. Di antaranya ada kolak, gorengan, piscok, hingga kue.
Karina mengatakan bahwa kegiatan menjual takjil selama Ramadan sudah dia lakukan bersama Epy selama 10 tahun yang lalu. Hal ini seperti sudah menjadi tradisi yang tidak tertulis.
"Biasanya dagang makanan berat, tapi kalau puasa hari ini sedikit yang membeli. Lihatlah antusiasnya berburu takjil, akhirnya penjualan takjil meningkat," jelasnya.
Lebih lanjut, omzet penjualan takjil dapat mencapai Rp 10 hingga 15 juta setiap hari.
"Hari pertama bisa capai Rp 10 hingga Rp 15 juta, setelah itu naik turun, tapi Alhamdulillah, kami bersyukur saja," jelasnya.
Dengan antusiasme besar, kegiatan menjual makanan penambah energi di bulan Ramadan memberikan keuntungan bagi Epy Kusnandar dan Karina Ranau.
Epy Kusnandar kembali syuting setelah vakum 2 tahun.
Epy Kusnandar kembali ke dunia hiburan setelah lama tidak hadir. Sebelumnya, aktor yang dikenal sebagai "Kang Mus" telah beristirahat selama 2 tahun terakhir.
Karina Ranau menjelaskan mengapa Epy Kusnandar kembali menawar syuting setelah vakum cukup lama. Ia ingin suaminya melepaskan identitas "Kang Mus" yang telah lama menghiasi diri sang suami.
Epy ingin dikenal sebagai dirinya sendiri dengan citra baru yang lebih beragam. Karakter "Kang Mus" adalah karakter yang ada dalam sinetron Preman Pensiun.
"Apa benar ya kita tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu ya, dia ingin melupakan hal yang orang-orang tahu sebenarnya hanya tentangnya saja. 'Saya ingin menjadi Epy Kusnandar, ingin memiliki citra baru," kata Karina.
"Jadi dia bilang 'saya sudah tertantang mau main film' karena kan ada banyak karakter yang menantang," tambahnya.
Selain tertantang untuk kembali di dunia perfilman, Epy Kusnandar juga ingin dikenal dengan karakter lain seperti "Kang Mus" yang selama ini melekat pada dirinya.
(*)
Editor : Pimred Laksamana.id