Nama Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan menjadi sorotan setelah dirinya menjawab sebuah komentar di Instagram pribadi miliknya dengan nada kasar.
Diketahui, Fadia Arafiq menjabat sebagai Bupati Pekalongan sejak tahun 2021.
Fadia cukup aktif di media sosial, terlihat dari akun Instagram @fadiaaraqif.official yang memiliki 306 ribu pengikut.
Fadia Arafiq menjadi viral karena komentarnya mengenai netizen yang dinilai sangat arogan.
Berikut ini adalah contoh percakapan antara seorang manusia yang penasaran dan asisten kecerdasan buatan yang ramah dan sopan.
Netizen bernama Raya juga mengomentari tentang kapan Rumah Sakit (RS) Ageng Sedayu didirikan dan anggaran yang katanya tidak disetor.
Kapan peresmian RS Ki Ageng Sedayu, Bu? Kabarnya anggaran tersebut tidak terlaksana (Kabarnya anggaran tersebut tidak keluar). Lalu kemarin ada acara di Ketandan Wiradesa, namun dia tidak hadir? Kenapa, Bu? Apakah dia takut akan pemeriksaan?
Akun Instagram Fadia kemudian membalas komentar netizen tersebut, namun jawabannya dianggap kasar karena mengandung kata-kata kasar.
"Saya tidak bisa membiarkan Anda mengucapkan kata-kata tidak sopan, Anda akan dihukum oleh penegak hukum! Urusan anggaran tidak keluar, apa yang menjadi masalahnya? Tidak boleh sampai Anda dicari, Anda tidak bisa memberikan pertanggung jawaban atas perkataan Anda! #admin," jawab akun Fadia itu.
Sontak saja, nama Fadia Arafiq langsung menjadi viral karena komentarnya tersebut.
Dari pantauan aksamana.id, akun Instagram dengan nama pengguna @fadiaarfiq.official telah diprivasi.
Profil Fadia Arafiq
Fadia Arafiq Terkenal dengan nama lahir Laila Fathiah, Fadia lahir di Jakarta pada tanggal 23 Mei 1978.
Sejak kecil, ia sudah menunjukkan bakatnya di bidang seni, mengikuti jejak ayahnya, A. Rafiq, seorang penyanyi dangdut senior. Tidak heran jika Fadia berhasil mendapatkan popularitas di dunia musik, sebelum turun ke dunia politik.
Fadia A Rafiq, Bupati Pekalongan yang memimpin sejak tahun 2021.
Fadia memulai karir politiknya sebagai Wakil Bupati Pekalongan dari tahun 2011 hingga 2016. Jabatan ini memberinya pengalaman berharga dalam mengelola pemerintahan daerah. Setelah itu, ia menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan hingga tahun 2021.
Pada tahun 2021, Fadia terpilih menjadi Bupati Pekalongan, dan ia berkomitmen untuk menyelesaikan masa jabatannya hingga tahun 2030. Ia berkeinginan untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat Pekalongan.
Di luar dunia politik, Fadia juga dikenal sebagai penyanyi dangdut. Salah satu lagu terkenalnya, "Cik Cik Bum Bum", menjadi favorit banyak orang.
Kemampuannya dalam bernyanyi tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga menjadi bagian dari jati dirinya.
Fadia sering mengadakan konser amal dan pertunjukan yang menggabungkan musik dengan kegiatan sosial. Ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya peduli dengan karir politiknya, tetapi juga dengan kebudayaan dan hiburan.
Di balik kesibukannya, Fadia juga merupakan seorang ibu yang berusaha menyeimbangkan tanggung jawabnya sebagai pemimpin dengan peran sebagai orang tua. Keluarga menjadi sumber inspirasi dan motivasinya.
Fadia percaya bahwa seorang pemimpin yang baik harus mampu mendengarkan suara masyarakat, dan ia berkomitmen untuk terus berupaya mewujudkannya.
Fadia memiliki visi yang jelas untuk Pekalongan. Ia ingin menjadikan daerahnya sebagai pusat pengembangan ekonomi dan kebudayaan.
Ia berusaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program dan inisiatif.
Dengan latar belakangnya yang beragam, Fadia berniat untuk membawa Pekalongan ke arah yang lebih baik, walaupun harus menghadapi berbagai tantangan di sepanjang jalan.
(aksamana.id/Tribun Sumsel/Tribunnews.com)
Editor : Pimred Laksamana.id