Pasca-berdebat dengan Trump, Zelensky Terima Pijaman Rp 47 Triliun dari Inggris

Pasca-berdebat dengan Trump, Zelensky Terima Pijaman Rp 47 Triliun dari Inggris
Pasca-berdebat dengan Trump, Zelensky Terima Pijaman Rp 47 Triliun dari Inggris

Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves menandatangani kesepakatan pinjaman senilai 2,26 miliar poundsterling (47 triliun rupiah) untuk Ukraina pada Sabtu (1/3/2025).

Pinjaman tersebut akan digunakan kembali dengan laba yang diperoleh dari aset-aset Rusia yang dibekukan.

"Saya akan menandatangani perjanjian pinjaman percepatan pendapatan luar biasa Inggris-Ukraina sebesar 2,26 miliar poundsterling sebagai bagian dari dukungan kami untuk rakyat Ukraina," kata Reeves.

Baca juga:

Pada tanggal 2 Maret 2025, perjanjian itu ditandatangani di hadapan Perdana Menteri Keir Starmer dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, serta Menteri Keuangan Ukraina Sergii Marchenko yang hadir melalui konferensi video.

Marchenko mengatakan, dia berharap akan ada penjarahan penuh atas semua aset Rusia dalam waktu dekat.

Keramahan di London sangat berbeda dengan suasana yang terjadi ketika Presiden Zelensky bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih pada Jumat (28/2/2025).

Terungkap bahwa Zelensky dan Trump bahkan berbicara kasar satu sama lain di hadapan khalayak media.

Perdebatan antara kedua tokoh itu berlangsung setelah Zelensky menolak untuk berdiskusi dengan Rusia untuk mengakhiri invasi di Ukraina.

Baca juga:

Zelensky juga pernah mengkritik Trump yang dinilai lebih berorientasi pada Rusia ketika berdiskusi tentang penyelesaian perang.

Pada kesempatan lainnya, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat hanya ingin menghentikan lebih banyak korban jiwa dari konflik Rusia-Ukraina.

"Zelensky tidak ingin perdamaian, sementara saya hanya ingin menghentikan kekerasan," kata Trump.

Minggu depan, seorang mantan komedian tersebut akan menghadiri pertemuan dengan para pemimpin Eropa.

Ia juga dijadwalkan bertemu dengan Raja Charles dari Inggris di kediaman istana Raja Charles di Sandringham, Inggris timur.

Baca juga:

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag: