Kerja Sama Kemendikti-LPDP, Anggaran Rp 2 Triliun untuk Program Beasiswa

Kerja Sama Kemendikti-LPDP, Anggaran Rp 2 Triliun untuk Program Beasiswa
Kerja Sama Kemendikti-LPDP, Anggaran Rp 2 Triliun untuk Program Beasiswa

Dalam rangka meningkatkan pelayanan pendidikan tinggi bagi berbagai pihak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) telah mengupdate perjanjian kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tentang Program Kolaborasi Pendanaan Beasiswa dan Peningkatan Kemampuan pada Jumat (28/2/2020) yang lalu.

Penandatanganan kesepakatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Wamendikti Sains), Stella Christie, Sekretaris Jenderal Kemdikbudristek, Togar Mangihut Simatupang, dan Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, beserta pejabat lainnya dari kedua lembaga tersebut.

"Saya berharap, hari ini kita akan menandatangani perjanjian kerja sama program kolaborasi Kemendikbudristek dengan LPDP melalui Dana Abadi Pendidikan (DAP), terutama melalui beasiswa. Momen ini merupakan salah satu fondasi atau fokus untuk membangun sumber daya manusia di Indonesia," kata Wakil Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia, seperti dikutip dari laman Dikti Kemdikbud, Sabtu (1/3/2025).

Baca juga:

Beasiswa S1-S3 bagi Lulusan Berprestasi

Wakil Menteri Stella menyampaikan bahwa program ini ditujukan untuk memberikan bantuan dana pendidikan bagi mereka yang berprestasi.

Tetapi memerlukan biaya untuk dapat melanjutkan pendidikan yang berkualitas dari tingkat S1 hingga S3.

Menurut Sekjen Kemendikbudristek, Togar Mangihut Simatupang, tujuan dari program ini adalah untuk melakukan kerja sama dalam pendanaan beasiswa baik gelar maupun non-gelar secara transparan bagi generasi masa depan.

"Kami berharap PKS ini dapat meningkatkan kerja sama antara LPDP dan Kemdikbudristek, serta mengembangkan generasi sumber daya manusia yang lebih baik di masa depan," ungkap Togar.

Baca juga:

Pembaharuan kerja sama ini mencakup pelaksanaan pendanaan dan pengelolaan program kerja sama, termasuk program beasiswa gelar dan program beasiswa tidak gelar.

Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi program-program yang telah berjalan sebelumnya serta program-program baru yang akan melanjutkan eksekusinya pada tahun 2025.

Anggaran Rp 2 triliun untuk bantuan biaya kuliah

Anggaran beasiswa pada kerja sama ini sekitar Rp 2 triliun.

Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto mengatakan bahwa LPDP berusaha memberikan layanan terbaik dengan meningkatkan kemampuan pelayanan dan sportivitas untuk mencapai hasil yang optimal, tepat, dan membawa dampak positif bagi bangsa dan negara.

Kerja sama ini diharapkan dapat menunjang kekuatan ekosistem pendidikan tinggi, memberikan sinergi dalam hal pendanaan, meningkatkan sumber daya dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca juga:

Meningkatkan peluang penelitian sebagaimana yang diuraikan dalam Rencana Pembangunan Pemerintahan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2025-2029 untuk mendukung daya saing dan produktivitas sumber daya manusia Indonesia.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag: