Profil Iwan Kurniawan Lukminto dan Istri, Bos PT Sritex yang Bangkrut dan PHK 10 Ribu Karyawan

Profil Iwan Kurniawan Lukminto dan Istri, Bos PT Sritex yang Bangkrut dan PHK 10 Ribu Karyawan
Profil Iwan Kurniawan Lukminto dan Istri, Bos PT Sritex yang Bangkrut dan PHK 10 Ribu Karyawan

PT Sritex secara resmi ditutup permanen pada 1 Maret 2025. Perusahaan tekstil terbesar di Indonesia ini bahkan melakukan PHK massal terhadap 10.669 karyawannya. Perlu diketahui, PT Sritex yang bermarkas di Sukoharjo, Jawa Tengah berhenti beroperasi pada 28 Februari 2025.

Menurut Kompas.com, Sritex menghadapi kesulitan keuangan yang parah sejak tahun 2021. Saham perusahaan tersebut dibekukan pada Mei 2021 karena keterlambatan pembayaran bunga dan pokok Medium Term Notes (MTN). Total utang perusahaan terus meningkat, mencapai sekitar Rp24,3 triliun pada September 2023.

Masalah keuangan ini semakin parah karena adanya persaingan yang ketat di pasar global, dampak pandemi Covid-19 yang mengganggu rantai supply dan menurunkan permintaan, serta kondisi geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan penurunan ekspor produk tekstil ke Eropa dan Amerika Serikat.

Pada tanggal 21 Oktober 2024, Pengadilan Niaga Semarang memutuskan bahwa Sritex dan tiga perusahaan afiliasinya, yaitu PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya, telah bangkrut. Keputusan ini kemudian dikukuhkan oleh Mahkamah Agung pada tanggal 18 Desember 2024.

Akibat hal ini, sosok bos PT Sritex menjadi sorotan publik. Seperti apa sosoknya dan apa yang telah dicapainya di dunia bisnis tekstil terbesar di Asia Tenggara?

Profil Iwan Kurniawan Lukminto

Setelah dilacak, saat ini direktur utama PT Sritex adalah Iwan Kurniawan Lukminto, sementara istrinya, Mira Christina Setiady, dipercaya sebagai direktur operasional.

Menurut Tribunnews.com, Iwan Kurniawan Lukminto dilahirkan di Surakarta, Jawa Tengah pada 22 Januari 1983. Pria berusia 42 tahun ini adalah anak keempat dari pendiri Sritex, HM Lukminto. Sebagai anak pengusaha, Iwan mendapatkan pendidikan terbaik di universitas elit luar negeri. Ia diketahui lulus dari Johnson & Wales University, Northeastern University, dan Boston University.

Di dunia tekstil, Iwan Kurniawan bukanlah nama baru. Dia telah memiliki pengalaman lebih dari dua puluh tahun dalam bidang tersebut. Seperti saudaranya yang memulai karir di Sritex, Iwan Kurniawan juga memulai karirnya di Sritex sebagai Direktur Divisi Pakaian.

Pada tahun 2014, karirnya semakin meningkat ketika ia dipilih menjadi wakil direktur utama Sritex. Ia menjabat sebagai wakil direktur utama hingga tahun 2023. Baru setelah itu, ia dipercaya untuk menjadi direktur utama Sritex sejak 2023 hingga sekarang.

Baca Juga:

Saat ini, seseorang yang akrab disapa Wawan juga terlibat dalam berbagai organisasi. Iwan Kurniawan menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Surakarta dari tahun 2018 hingga 2023. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia sejak tahun 2020.

Sebagai seorang pengusaha, Iwan Kurniawan sangat peduli akan isu-isu yang terkait dengan pemenuhan hak anak.

Ia bahkan mengeluarkan 23 kebijakan di PT Sritex yang menekankan hak-hak anak, termasuk tidak mempekerjakan anak di bawah umur, menyediakan ruang menyusui, dan menyediakan klinik untuk anak-anak karyawan.

Sosok Pendiri PT Sritex

PT Sritex pertama kali didirikan oleh H.M. Lukminto pada tahun 1966 bersama istrinya, Susyana, yang kemudian mengembangkan perusahaannya di bidang tekstil.

Menurut Bangkapos.com, Lukminto dan Susyana memiliki 5 anak, yaitu Vonny Imelda, Iwan Setiawan Lukminto, Lenny Imelda, Iwan Kurniawan, dan Margaret Imelda. Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kelima anak tersebut memiliki saham di SRIL atas nama individu; yang terbesar dimiliki oleh Iwan Setiawan sebesar 109 juta saham (0,53%), Iwan Kurniawan 108 juta saham (0,52%), Vonny Imelda 1,8 juta saham (0,01%), serta Margaret Imelda dan Lenny Imelda masing-masing 1 juta saham (0,01%).

Pada akhirnya HM Lukminto meninggal dunia pada tanggal 5 Februari 2014 di Singapura. Setelah itu, perusahaannya dipimpin oleh Iwan Setiawan Lukminto, putra sulung HM Lukminto, lalu kemudian dipegang oleh Iwan Kurniawan Lukminto.

Baca Juga:

(*)

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag: