Inilah sosok perempuan satu-satunya dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia pada bulan Februari 2025.
Ibu itu bernama Dewi Kam.
Dewi Kamar adalah nama yang tidak asing di kalangan pebisnis Indonesia.
Dia terdaftar sebagai pengusaha di bidang energi dan pertambangan.
Dewi Kam merupakan orang terkaya ke-8 di Februari 2025 versi Forbes.
Menurut data yang ada, jumlah kekayaan yang dimiliki oleh Dewi Kam pada tanggal 26 Februari 2025 mencapai 4,7 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 76 triliun.
Keaslian berlian yang dimiliki oleh Dewi Kam ini berasal dari batu bara.
Kekayaannya melebihi Presiden Komisaris Amman Mineral Indonesia, Agoes Projosasmito, dan pemilik CT Corp, Chairul Tanjung.
Agus Projosasmito tercatat memiliki kekayaan sebesar 4,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 73 triliun.
Saat ini, Chairul Tanjung berada di peringkat 10 orang terkaya di dunia, dengan kekayaannya mencapai 4,3 miliar dolar AS atau sekitar 70 triliun rupiah.
Berikut 10 orang terkaya di Indonesia pada akhir Februari 2025 menurut Forbes:
1. Prajogo Pangestu (80 tahun)
Status: pendiri PT Barito Pacific (perusahaan pengolahan minyak bumi)
Sumber kekayaan: petrokimia, energi
Kekayaan bersih: 32,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 538 triliun (tertukar dengan Rp 16.370) di Rabu (26/2/2025).
Prajogo Pangestu menduduki peringkat ke-55 di Daftar Orang Kaya Dunia dalam peringkat Real Time pada Februari 2025.
2. Low Tuck Kwong (76 tahun)
Status: Pendiri perusahaan pertambangan batu bara PT Bayan Resources
Sumber kekayaan: batu bara
Harta bersih: 26,9 miliar dollar AS atau setara Rp 440 triliun pada Rabu (26/2/2025).
Low Tuck Kwong menduduki peringkat ke-78 orang kaya di dunia versi Forbes.
3. Budi Hartono (84 tahun)
Status: Pemilik BCA dan Pendiri Djarum Sumber Kekayaan: Perbankan, Tembakau
Yaitu: Keuangan bersih: 22,3 miliar dolar AS atau setara Rp 365 triliun pada Rabu (26/2/2025).
Dengan kekayaannya, Budi Hartono menjadi orang terkaya ke-92 di seluruh dunia menurut data Forbes.
4. Michael Hartono (85 tahun)
Status: Pemilik BCA dan Pendiri Djarum
Sumber kekayaan: banking, tembakau
Kekayaan bersih: 21,4 miliar dolar AS atau setara Rp 350 triliun pada Rabu (26/2/2025).
Forbes menempatkan Michael Hartono sebagai orang ke-94 terkaya di dunia pada Februari 2025.
5. Sri Prakash Lohia (72 tahun)
Status: pendiri perusahaan tekstil dan petrokimia PT Indo-Rama Synthetics dan PT Indorama Corporation
Sumber kekayaan: petrokimia
Kekayaan bersihnya adalah sekitar 8,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 139 triliun pada Rabu (26/2/2025).
Sri Prakash Lohia menempati peringkat ke-344 sebagai orang terkaya di dunia saat ini.
6. Otto Toto Sugiri (usia 71 tahun)
Status: Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk
Sumber kekayaan: pusat data
Kekayaan bersihnya sebesar 5,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 86 triliun pada Rabu (26/2/2025).
Otto Toto Sugiri masuk kalangan orang terkaya ke-640 di dunia pada bulan Februari tahun 2025.
7. Tahir dan keluarganya (72 tahun)
Status: pendiri Grup Mayapada
Sumber kekayaan: sumber daya kesehatan, aset properti, dan sektor perbankan.
Kekayaan bersih: 5 miliar dolar AS atau setara Rp 81 triliun pada Rabu (26/2/2025).
Tahun 2025, Tahir dan keluarganya berada di peringkat ke-681 orang terkaya di dunia menurut Forbes pada bulan Februari.
8. Dewi Kam (74 tahun)
Status: pemegang saham kecil di perusahaan pertambangan batu bara Indonesia Bayan Resources dan pemilik PT Sumber Energi Prima Sakti
Sumber kekayaan: batu bara
Kekayaan bersihnya: $4,7 miliar atau setara Rp 76 triliun pada Rabu (26/2/2025).
Forbes memberikan posisi 715 pada daftar orang terkaya di dunia kepada Ibu Dewi Sasono Kam.
9. Agoes Projosasmito (69 tahun)
Status: Presiden Komisaris PT Amman Mineral Nusa Tenggara
Sumber kekayaan: tambang dan investasi
Aset bersih: 4,5 miliar dollar AS atau setara Rp 73 triliun pada Rabu (26/2/2025).
Agoes Projosasmito menempati peringkat 752 dalam daftar orang terkaya dunia pada Februari 2025.
10. Chairul Tanjung (62 tahun)
Status: pemilik CT Corp
Sumber kekayaan: toko ritel, perbankan, hotel, dan media
Keuangan bersih: 4,3 miliar dollar AS atau sekitar 70 triliun rupiah pada Rabu (26/2/2025).
Chairul Tanjung menduduki peringkat ke-810 dalam daftar orang terkaya di dunia menurut Forbes pada akhir Februari 2025.
Sosok Dewi Kam
Dewi lahir pada tahun 1951.
Dewi Kam mendapatkan sebagian besar kekayaannya dari saham minoritas di perusahaan tambang batu bara Bayan Resources di Indonesia.
Saham Bayan Resources melonjak tiga kali lipat pada tahun 2022 di tengah krisis energi global.
Forbes menyebutkan bahwa Dewi Kam memiliki 0,1% saham di Bayan Resources.
Dia menjadi orang baru yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia.
Selain itu, nama Dewi Kam juga memiliki hubungan erat dengan industri pembangkit listrik.
Dipetik dari laman resmi dpmptsp.sulselprov.go.id, Dewi Kam terlibat dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Partisipasi Dewi Kam dalam hal ini dilakukan melalui PT Sumber Energi Sakti Prima (SSP), yang bekerja sama dengan PT Bosowa Energi dalam proyek tersebut.
Dewi Kam adalah pemilik SSP.
Dewi Kam tercatat sebagai pemegang saham Birken Universal Corporation dan Direktur Savill Universal Ltd di Britisih Virgin Islands, serta sebagai pemegang saham Overseas Finance Ltd di Samoa.
Dia diketahui sebagai calon direktur Execorp Limited, serta calon pemegang saham Portcullis Nominees (BV) Limited, dan Sharecorp Limited.
Pada tahun 2006, ketika Indonesia dan China menandatangani kontrak proyek energi senilai 3,56 miliar dolar AS, dia hadir sebagai Presiden Komisaris PT Sumbergas Sakti Prima dalam acara penandatanganan kontrak tersebut.
Proyek yang dikelola oleh Dewi Kam melalui perusahaannya adalah Coal Based Chemical Plant di Balocci, Pangkep, Sulawesi Selatan dengan nilai sebesar 687 juta dolar Amerika Serikat.
Selain itu, Dewi Kam juga merupakan tokoh penting di balik keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap di Desa Karangkandri, Cilacap, Jawa Tengah, yang dikembangkan oleh PT Sumber Segara Primadaya (S2P).
Badan statistik keuangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa PLTU Cilacap dikembangkan oleh PT Sumber Segara Primadaya (S2P).
Saham perusahaan tersebut dipunyai oleh PT Sumber Energi Sakti Prima dengan 51% dan PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) dengan 49%.
PT Sumber Energi Sakti Prima adalah perusahaan yang penguasaannya terakhir dipegang oleh Dewi Kam dan Richard Jasin.
Perincian saham PT Sumber Energi Sakti Prima menunjukkan bahwa PT Sumbergas Sakti Prima menguasai 91% saham, sedangkan sisanya (9%) dimiliki oleh Racecourse Investments Ltd.
Dewi Kam adalah pemilik saham mayoritas di PT Sumbergas Sakti Prima dengan 99,5% saham, sedangkan Richard Jasin hanya memiliki 0,05%.
Dengan demikian, Dewi Kam merupakan pemilik saham mayoritas di balik PLTU Cilacap.
Editor : Pimred Laksamana.id