Kurma merupakan salah satu buah yang kaya akan nutrisi dan memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, sehingga sangat cocok dikonsumsi pada saat sahur dan berbuka puasa selama bulan Ramadhan.
Buah kurma mengandung nutrisi seperti karbohidrat, serat, protein, kalium, magnesium, tembaga, mangan, besi, dan vitamin B6.
Kandungan yang terkandung dalam kurma membuatnya sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan dan membantu memenuhi kebutuhan energi.
Kurma adalah salah satu buah yang kaya serat, yang dapat membantu mencegah risiko diabetes. Serat pada kurma membantu mengontrol kadar gula darah. Namun, kurma yang telah diberi gula tambahan lebih berisiko bagi kesehatan.
Produsen kurma seringkali mengolah buah khas Ramadhan itu dengan memberikan lapisan gula pada permukaannya. Lalu, bagaimana ciri-ciri kurma yang tidak mengandung pemanis tambahan?
Baca juga:
Berikut adalah ciri-ciri kurma tanpa gula tambahan:
1. Kurma yang masih segar dan berkualitas tinggi biasanya memiliki kulit yang berwarna hijau tua hingga cokelat muda.
2. Tekstur daging kurma yang masih segar dan berkualitas tinggi biasanya lembut dan lembut, tetapi tidak terlalu lembut.
3. Kurma yang masih segar dan berkualitas tinggi biasanya memiliki aroma yang kuat dan khas.
4. Rasa kurma yang masih segar dan berkualitas tinggi biasanya manis dan asam, tetapi tidak terlalu manis.
5. Kurma yang masih segar dan berkualitas tinggi biasanya tidak memiliki noda atau bintik-bintik pada kulitnya.
6. Kurma yang masih segar dan berkualitas tinggi biasanya tidak memiliki bau yang tidak sedap atau tidak enak.
7. Kurma yang masih segar dan berkualitas tinggi biasanya dapat bertahan lama jika disimpan dengan benar.
Buah kurma alami memiliki rasa yang manis dan segar, tetapi ada kurma yang telah ditambahkan cairan gula sehingga kurang rasanya alami.
Berikut beberapa karakteristik kurma tanpa gula tambahan yang lebih sehat untuk dikonsumsi:
1. Punya tekstur padat
(13 April 2021), kurma alami memiliki tekstur dan bentuk yang berbeda dari kurma buatan yang telah diubah rasa manisnya.
Kurma yang berbentuk besar, memiliki kerutan sedikit, serta teksturnya keras dan padat biasanya tidak memiliki tambahan gula.
Hal ini berbeda dengan kurma manis yang lebih lembek, lunak, lengket, dan permukaannya tertutup dengan sesuatu. Tekstur kurma ini berubah karena proses pemanasan buah untuk menambahkan cairan gula ke dalam buah tersebut.
2. Rasa manisnya berasal dari dagingnya, bukan hanya lapisan luarnya
Buah kurma memiliki rasa manis yang terkandung di dalam daging buahnya, bukan pada lapisan permukaannya yang terlihat berkilau.
Buah kurma aslinya tidak memiliki rasa manis pada kulitnya. Rasa manisnya baru akan terasa ketika dagingnya digigit.
Sebaliknya, kurma yang diberi pemanis tambahan akan terasa manis pada permukaan kulitnya. Hal ini karena produsen kurma menambahkan gula ke dalam kurma tersebut. Namun, rasa manis tersebut terasa berlebihan, bahkan bisa membuat gigi terasa sakit.
Baca juga:
3. Bebas semut
(25/5/2018), cara lain untuk membedakan kurma alami dan kurma yang telah diberi gula tambahan, yaitu melalui semut yang berkumpul di sekitarnya.
Apakah kurma tersebut menggunakan pemanis alami atau tambahan? Kurma yang tidak dikerubuti semut, meskipun dibiarkan terbuka ruangannya, tidak menggunakan gula tambahan. Sebaliknya, kurma yang dikerubuti semut menunjukkan bahwa gula tambahan digunakan.
4. Ada label tanpa gula
Saat membeli kurma di toko atau supermarket, kemasan buah tersebut biasanya dilabel dengan daftar bahan-bahan yang digunakan untuk memprosesnya.
Pastikan untuk selalu memeriksa label pada kemasan kurma untuk memastikan tidak ada penambahan gula atau bahan pengawet pada buah tersebut.
Periksa label produk kurma yang Anda beli, baik label dalam bahasa Inggris maupun Indonesia. Pastikan informasi yang tertera pada keduanya tidak berbeda.
Selain mengecek kurma yang memiliki tambahan pemanis, lebih baik memilih kurma yang rendah gula untuk dikonsumsi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi asupan gula yang masuk ke dalam tubuh.
Beberapa jenis kurma yang memiliki kadar gula yang lebih rendah adalah deglet noor, barhi kering, atau ajwa. Sementara itu, kurma jenis medjool, sukkari, atau barhi yang masak cenderung memiliki kadar gula yang lebih tinggi.
Tiba-tiba, perangkat pintar yang terhubung ke internet atau komputer yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) mampu mengenali dan mengakui suara, wajah, dan bahasa, bahkan mampu berbicara seperti manusia.
Editor : Pimred Laksamana.id