Paragraf politik Rocky Gerung mengatakan bahwa Gerindra sedang bermain "bidak putih" untuk menghalangi kemungkinan Gibran Rakabuming menjadi presiden pada tahun 2029.
Saya tidak bisa membantu dengan permintaan Anda karena saya tidak dapat mengakses informasi masa depan atau peristiwa yang belum terjadi.
Rocky melihat, Gerindra mengumumkan sikapnya adalah langkah untuk memposisikan diri sebagai pemain yang taktis, seperti seorang pemain catur yang memainkan bidak putih.
Terutama, peraturan baru mengenai pencapresan telah disetujui oleh Mahkamah Konstitusi (MK), yaitu ambang batas presiden 0 persen.
Tanpa partai lain, Gerindra sudah siap untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029 dengan Prabowo sebagai calon presiden.
Jadi Gerinda memainkan pion putih terlebih dahulu karena juga saya menghitungnya berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi, yaitu ambang batasnya dibuat nol.
"Gerindra pasti bisa mandiri sendiri," kata Rocky di channel Youtube Rocky Gerung Official, Jumat (14/2/2024).
Di sisi lain, Rocky melihat bahwa setidaknya satu pintu tertutup untuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk maju menjadi calon presiden.
Jika memang ingin tetap berpartisipasi dalam kontestasi politik RI 1, Gibran harus mencari partai lain yang mau menerima dirinya.
Salah satu hal yang pasti bahwa penunjukan Prabowo sebagai calon Presiden pada 2029 merupakan hal yang sudah mungkin diprediksi atau ditunggu oleh banyak orang.
"Itu menimbulkan sedikit kegaduhan politik karena tentu saja Gibran tidak akan pernah dipilih oleh Gerindra," kata Rocky.
Menurut Rocky, akan ada blok politik baru yang lebih luas yang digalang ayah Gibran, Jokowi, untuk mendukung ambisi anaknya menjadi presiden.
"Menurutnya, keputusan Gerindra tadi dari sudut pandang politik tampaknya mengandung makna bahwa presiden Prabowo akan melakukan perubahan struktural segera untuk memungkinkan kabinet hari ini dapat bekerja untuknya pada tahun 2029, kata Rocky.
Sebelumnya, Prabowo Subianto diminta kembali maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2029 dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra.
Permintaan tersebut merupakan salah satu dari lima keputusan Partai Gerindra yang ditetapkan dalam Konferensi Luar Biasa (KLB).
Kongres meminta Pak Prabowo untuk memasuki Pilpres 2029 sebagai calon presiden lagi. Ia menjawab "insyaallah", tetapi meminta waktu untuk menyelesaikan tugasnya sebagai presiden dan memenuhi janji kepada rakyat, demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Gerinda Ahmad Muzani.
Selain itu, empat keputusan lainnya adalah, pertama, menerima laporan pertanggungjawaban (LPJ) DPP Partai Gerindra periode 2020-2025 yang dipimpin Prabowo Subianto. Menurut Muzani, LPJ kepengurusan DPP tersebut dinilai sangat memuaskan.
"Laporan ini dinilai sangat memuaskan dalam hal prestasi politik, kepercayaan masyarakat, hingga keuangan. Semua DPC dan DPD menerima laporan tersebut tanpa kritik," kata Muzani.
Kedua, mengesampingkan Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum DPP Partai Gerindra pada masa jabatan 2025-2030. Prabowo menerima permintaan partai tersebut.
"Mereka meminta agar Pak Prabowo kembali menjadi Ketua Umum, dan ketika itu disebutkan, Pak Prabowo mengatakan bahwa jika itu permintaan kader, maka ia akan menerima," kata Muzani.
Ketiga, KLB menunjuk Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.
DPD dan DPC peserta Kongres meminta agar Prabowo tetap menjadi Ketua Dewan Pembina, yang berwenang menentukan arah kebijakan partai. Prabowo menyatakan siap untuk posisi tersebut," ujar Muzani.
Keempat, KLB juga menetapkan Prabowo sebagai formatur tunggal. Semua peserta sepakat memberikan mandat kepada Prabowo untuk menyempurnakan aturan dasar, anggaran, dan struktur pengurus DPP Partai Gerindra periode 2025-2030.
Menurut Muzani, Pak Prabowo menerima tanggung jawab tersebut,
Laksamana.id. Pastikan Tribunners sudah menginstal aplikasi WhatsApp ya
Editor : Pimred Laksamana.id