Studi: Anak yang Sering Mengurus Pekerjaan Rumah Cenderung Lebih Sukses

Studi: Anak yang Sering Mengurus Pekerjaan Rumah Cenderung Lebih Sukses
Studi: Anak yang Sering Mengurus Pekerjaan Rumah Cenderung Lebih Sukses

Penelitian panjang dari Harvard menemukan bahwa kebiasaan melakukan pekerjaan rumah tangga sejak anak masih kecil dapat berdampak positif pada kesuksesan dan kebahagiaan mereka di masa depan.

Studi ini mengamati lebih dari 700 individu berprestasi dan menemukan bahwa mereka yang biasa melakukan pekerjaan rumah sejak kecil cenderung lebih sukses dalam karir.

Anak-anak yang terlibat dalam pekerjaan rumah tangga menunjukkan rasa tanggung jawab yang lebih tinggi dan lebih mampu memahami kebutuhan orang lain.

Baca juga:

Kegiatan bekerja di rumah juga membantu mengembangkan etos kerja yang lebih baik bagi anak.

Anak-anak yang dilatih sejak kecil untuk melakukan tugas-tugas kecil, seperti membersihkan mainan atau membantu menyapu, akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja nantinya.


Manfaat pekerjaan rumah bagi anak-anak dalam mencapai kebahagiaan
Melakukan pekerjaan rumah membantu anak-anak mengembangkan keterampilan dan kebiasaan yang positif. Berikut beberapa manfaatnya:
1. Membantu anak-anak mengembangkan tanggung jawab dan disiplin
2. Membentuk anak-anak menjadi orang yang mandiri dan berinisiatif
3. Membantu anak-anak mengenal pentingnya kerja keras dan komitmen
4. Membantu anak-anak mengembangkan keterampilan waktu dan manajemen prioritas
5. Membantu anak-anak berpikir kritis dan membuat keputusan yang tepat
Dengan melakukan pekerjaan rumah, anak-anak dapat belajar mengerti nilai-nilai dan kebiasaan yang baik, seperti:
* Menghargai waktu dan sumber daya
* Membantu orang lain
* Mengembangkan keterampilan dan keahlian
* Mengembangkan rasa tanggung jawab dan disiplin
Dengan demikian, pekerjaan rumah dapat membantu

Mereka menemukan bahwa anak yang mulai melakukan pekerjaan rumah sejak usia 4–5 tahun memiliki tingkat kepercayaan diri dan kepuasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang tidak pernah melakukannya.

"Anak-anak yang jarang mengerjakan pekerjaan rumah memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kesulitan dalam hubungan sosial, prestasi akademik, serta tingkat kepuasan hidup yang lebih rendah," demikian dinyatakan para peneliti, seperti yang dikutip

Para ahli merekomendasikan agar orangtua memperkenalkan anak pada tugas-tugas rumah tangga sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka.

Contohnya, anak kecil bisa diminta membantu menata mainan, sedangkan anak yang lebih dewasa bisa diberi tugas seperti menyapu atau membantu mencuci piring.

Baca juga:

Orangtua juga disarankan untuk bergabung dengan anak-anak dalam melakukan pekerjaan rumah agar terasa seperti bekerja sama dalam tim bukan hanya tugas yang membebankan mereka.

Mengajak Anak agar Menyukai Membuang Sampah Secara Teratur

Mereka menemukan bahwa faktor utama keberhasilannya adalah dengan menerapkan pendekatan kerja sama.

Penelitian ini melibatkan 105 pasangan ibu dan anak berusia 17 hingga 30 bulan.

Para ibu diminta untuk mengatur anak-anak mereka membersihkan mainan setelah lima menit bermain. Penelitian ini selanjutnya membandingkan tiga metode pendekatan, yakni:

Ibu memulai dengan menarik perhatian anak, lalu merapikan mainan dan memberikan instruksi agar anak melakukan hal yang sama.

Ibu langsung mengatur mainan tanpa memberikan perhatian khusus kepada anak atau memberikan instruksi terlebih dahulu.

Ibu melakukan sebagian tugas awal, seperti memberikan mainan kepada anak atau menggeser posisinya agar anak bisa bergabung dalam membersihkan.

Baca juga:

Metode kolaborasi terbukti paling efektif dalam pelaksanaannya.

Tidak hanya membuat anak lebih kooperatif dalam merapikan mainannya, tetapi juga memiliki dampak positif dalam jangka panjang, seperti mengurangi perilaku negatif dan meningkatkan kemampuan mengelola diri sendiri dalam dua bulan ke depan.

, strategi ini berhasil karena melibatkan interaksi positif antara orang tua dan anak secara alami.

Anak tidak merasa dipaksa untuk merapikan mainan, melainkan diberi dorongan untuk bekerja sama dalam cara yang menyenangkan.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag: