Sarapan dapat diibaratkan sebagai bahan bakar utama yang harus ada sebelum melakukan aktivitas apa pun.
Sarapan adalah saat yang tepat untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin, mineral, dan nutrisi makronutrien yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar untuk mendapatkan energi yang berkelanjutan.
Penelitian telah menemukan bahwa sarapan memiliki hubungan dengan pengendalian berat badan, asupan nutrisi yang seimbang, dan kinerja otak yang lebih baik.
Pada saat sarapan, disarankan untuk menghindari makanan yang tidak seimbang, seperti makanan yang kaya akan lemak jenuh, garam, rendah serat, dan rendah protein.
Menu Sarapan yang Tidak Sehat
1. "Saya tidak tahu apa itu sarapan yang sehat, apa itu sarapan yang tidak sehat?"
2. "Saya ingin tahu, ada beberapa jenis makanan yang tidak boleh dimakan pada pagi hari."
3. "Dan mengapa makanan-makanan itu tidak boleh dimakan?"
4. "Saya juga ingin tahu, apa saja contoh makanan yang tidak sehat dan tidak boleh dimakan pada pagi hari?"
5. "Jika saya memakan makanan tidak sehat, apa yang akan terjadi terhadap tubuh saya?"
6. "Saya ingin tahu, apa itu sarapan yang sehat dan bagaimana cara meningkatkan imun tubuh dengan makanan sehat?"
7. "Saya ingin tahu, apa saja makanan yang harus diminum pada pagi hari untuk meningkatkan imun tubuh?"
8. "Bagaimana cara memilih makanan yang sehat untuk sarapan?"
9. "Saya ingin tahu, apa saja makanan yang harus dihindari pada pagi hari?"
10. "Saya ingin tahu,
Dikutip dari Health, berikut beberapa menu sarapan yang tidak sehat, yang sebaiknya Anda hindari mulai dari sekarang.
1. Sereal manis
Sereal manis seringkali dipasarkan sebagai pilihan sarapan yang cepat, mudah, dan lezat.
Akan tetapi, kandungan lemaknya yang tinggi dan kurangnya nutrisi membuatnya bukanlah pilihan yang seimbang.
Banyak sereal manis dibuat dengan penambahan gula dan biji-bijian olahan rendah serat, sehingga dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang cepat.
Sereal sarapan sering kali kurang kandungan protein dan lemak sehat, sehingga Anda merasa lapar lebih cepat setelah sarapan selesai.
2. Daging olahan
Bacon, ham, dan sosis adalah makanan olahan yang lazim dikonsumsi sebagai makanan pokok sarapan karena sifatnya yang mudah dibuat dan lezat dinikmati.
Penelitian menunjukkan bahwa makanan olahan daging mungkin bukan merupakan cara makan yang sehat karena mengandung banyak lemak jenuh, kolesterol, dan natrium.
Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan makanan olahan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker.
Beberapa penelitian menyarankan untuk mengganti makanan olahan berdaging dengan sumber protein nabati untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
3. Kue kering
Pernahkah Anda pernah memikirkan apa saja kue kering yang tidak sehat? Contohnya seperti croissant, muffin, dan donat.
Kue kering biasanya dibuat dengan bahan-bahan seperti tepung terigu, gula tambahan, dan lemak tidak sehat, sehingga menghasilkan makanan manis yang kaya kalori dengan sedikit nilai gizi.
Makanan ringan kering biasanya kaya akan karbohidrat dan kurang nutrisi penting seperti protein, serat, dan vitamin.
Makanan yang banyak mengandung karbohidrat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, sehingga Anda merasa lelah dan lapar tidak lama kemudian.
4. Oatmeal instan beraroma
Oatmeal tradisional kaya akan serat, protein nabati, vitamin, dan mineral.
Nutrisi ini mendukung keseimbangan mikroorganisme yang sehat di usus dan menurunkan kadar kolesterol, sehingga Anda merasa kenyang lebih lama.
Sayangnya, oatmeal instan dengan aroma bukanlah pilihan yang sehat karena tidak menawarkan manfaat kesehatan yang sama dengan oatmeal alami.
Oatmeal instan adalah cara yang nyaman untuk menikmati sereal panas pada pagi hari, tetapi bahan-bahan yang digunakan dalamnya dapat mengurangi kandungan gizinya.
Oatmeal beraroma sering kali mengandung gula tambahan dan bahan buatan yang tinggi, sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula darah setelah dikonsumsi.
5. Kentang goreng
Kentang goreng mengandung banyak lemak tidak seimbang, kalori berlebih, dan sodium yang tidak seimbang.
Satu cangkir kentang goreng mengandung 315 kalori, 13 gram lemak, 44 gram karbohidrat, serta hanya 4 gram protein.
Kentang alami merupakan sumber kalium dan nutrisi lain yang sangat baik.
Menggoreng makanan dalam minyak dapat mengurangi kandungan gizinya.
Hash brown goreng biasanya mengandung banyak garam.
Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya akan sodium merupakan faktor utama risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.
6. Pancake
Pancake tradisional yang dibuat dari tepung terigu, disajikan dengan mentega dan sirup gula, mungkin tidak menjadi pilihan sarapan yang sehat.
Pancake biasanya memiliki kadar karbohidrat yang rendah serat, sehingga tubuh dapat mencerna karbohidrat dengan lebih cepat.
Hal ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, yang kemudian mengalami penurunan saat tubuh melepaskan insulin untuk melawan kadar gula darah yang berlebihan di dalam tubuh.
Efek kebiasaan merokok ini dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan metabolisme dan menyebabkan Anda merasa lapar di tengah-tengah waktu makan.
7. Roti panggang putih
Meskipun mudah dan sederhana untuk dibuat, roti panggang putih dibuat dengan tepung terigu dan mengandung sedikit serat.
Sepotong roti putih hanya memiliki 1,5 gram serat.
Penelitian telah menunjukkan bahwa mengganti roti putih dengan alternatif yang kaya serat dapat meningkatkan kesehatan usus mikrobioma, meningkatkan kesehatan pencernaan, dan metabolisme.
Roti panggang putih tidak memenuhi kebutuhan, rendah protein dan lemak sehat, sehingga membuat Anda merasa cepat lapar.
8. Jus buah manis
Jus buah dapat menjadi sumber yang sangat baik dari vitamin dan mineral.
Tapi banyak merek yang tersedia secara komersial yang mengandung gula tambahan dan memberikan sedikit nilai gizi.
Mengkonsumsi jus secara teratur sebagai pengganti air dapat meningkatkan asupan kalori secara keseluruhan, sehingga dapat menyebabkan penambahan berat badan dan kerusakan gigi.
Kekurangan serat dalam menu makanan juga tidak dapat menjaga Anda merasa kenyang dan puas di antara waktu makan.
Untuk memenuhi anjuran porsi buah harian Anda, sebaiknya konsumsi buah segar daripada minum jus buah.
Buah segar menyediakan sejumlah vitamin dan mineral penting tanpa tambahan gula yang sering ditemukan dalam jus buah komersial.
Baca berita lainnya terkait dengan kesehatan
(laksamana.id)
Editor : Pimred Laksamana.id