BOLASPORT.COM - Sandy Walsh akhirnya membuka suara tentang pindahnya ke Yokohama F. Marinos.
Sandy dipasang kontrak oleh YFM hingga tahun 2027 setelah kontraknya dengan KV Mechelen berakhir.
Keputusan ini tampaknya cukup logis karena posisinya mulai bergeser di Mechelen.
Dia pernah menjadi pemain utama, tetapi hanya bermain enam laga di Liga Belgia.
Baca Juga:
Sandy Walsh menjelaskan bahwa pergi ke Liga Jepang ada kaitannya dengan timnas Indonesia.
Saat dia berpartisipasi di Piala Asia 2023 yang diselenggarakan tahun lalu.
Setelah kembali dari tim nasional, ia tetap mendapatkan posisi utama di klubnya.
Saya menghabiskan sebulan saya waktu itu (saat Piala Asia), sepenuhnya saya sibuk dengan turnamen itu.
Saya merasa asing, karena komunikasi dengan staf Malinesia sangat sedikit.
"Saya baru saja menjadi starter melawan Anderlecht dan Eupen," kata Sandy Walsh seperti dikutip BolaSport.com dari laman Gazet van Antwerpen.
Baca Juga:
Masalah tersebut muncul sejak dia bergabung dengan tim nasional.
Setelah itu, dia mulai terusir dan tidak lagi diterima di klub.
Hal ini yang membuat pemain berusia 29 tahun tersebut ingin bergabung dengan klub lain.
Pada saat itu, tujuan utama adalah menuju Asia dan berusaha mencari waktu bermain.
Saya pergi tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Lalu saya mulai berpikir untuk bermain sepak bola di Asia, di mana saya akan menerima pujian dan menit bermain.
Sebenarnya saya ingin melangkah ke sana sejak Piala Asia pada awal 2024. Saya senang sekarang saya bisa mewujudkan impian itu.
"Saya juga setuju bahwa tahun-tahun terakhir saya, ketika saya bermain di KV Mechelen, adalah masa-masa terbaik saya di Belgia," ujarnya.
Baca Juga:
Sandy menyatakan bahwa dia telah berusaha keras untuk kembali menjadi pilihan utama di Mechelen.
Namun, usahanya tidak berjalan lancar dan ia tidak pernah mendapatkan waktu untuk bermain.
Selain itu, pindah ke Jepang akan memungkinkan dia untuk lebih fokus dalam menjalankan tugasnya di tim nasional Indonesia
Kemungkinan besar tampaknya seperti itu, tetapi sebenarnya tidak persis seperti itu. Saya selalu berperilaku secara profesional. Saya hanya semakin jarang terlibat dalam proses pemilihan.
Terutama ini berlaku dalam konteks sepak bola. Saya bekerja dua arah, bersama tim nasional Indonesia, saya sangat penting, terutama di kualifikasi Piala Dunia.
"Benar-benar masuk akal jika saya lebih banyak mendengarkan para penggemar di Indonesia," katanya.
Editor : Pimred Laksamana.id