- Apakah Anda ingin tahu mengapa beberapa jalan raya dibuat berkelok-kelok?
Jika itu benar, maka kamu harus tahu mengapa sebuah jalan dibuat berkelok-kelok.
Mendesain jalan tidaklah sederhana. Terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti alasan mengapa jalan dibuat berkelok-kelok.
Hal tersebut dijelaskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui postingannya di akun X (sebelumnya Twitter), pada tanggal 3 Januari 2025.
Tiga Alasan Lalu Lintas Disebabkan Berkelok
Tiga alasannya adalah:
"1. Mengurangi Kecepatan: Jika Anda memasuki tikungan, kecepatan harus dikurangi untuk mengurangi risiko kecelakaan."
"2. Mengurangi Risiko Kecelakaan: Berbelok terutama bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan, seperti kecelakaan lalu lintas atau tabrakan dengan kendaraan lain."
"3. Meningkatkan Keselamatan: Berbelok memungkinkan pengemudi untuk menghindari kendaraan lain dan mengurangi risiko kecelakaan, sehingga meningkatkan keselamatan di jalan."
1. Keselamatan Pengendara
Jalur yang berkelok dapat membantu menjaga kelandaian di kawasan bukit, sehingga mobil dapat berlalu lintas dengan lebih aman.
Baca Juga:
2. Mengikuti Kontur Wajah Bumi
Jalan yang berkelok dibuat untuk menyesuaikan kondisi alam sehingga mengurangi perubahan pada permukaan tanah sehingga lebih ramah lingkungan.
3. Faktor Teknis Lainnya
Pada tikungan, gaya sentrifugal dapat menyebabkan kendaraan 'terlempar' ke luar.
Rancangan jalanan melengkung bertujuan untuk menjaga kendaraan tetap stabil, terutama ketika hujan turun.
Tiga Aspek Penentu Desain Jalan
Tiga aspek utama yang menentukan desain jalan adalah:
1. "Aksesibilitas"
2. "Kemudahan Lalu Lintas"
3. "Kenyamanan dan Keamanan Pengguna"
Perlu diperhatikan bahwa aspek-aspek ini harus seimbang dan tidak boleh saling menumpuk satu sama lain, karena hal ini dapat berdampak pada kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
Tiga aspek utama dalam menentukan desain jalan lurus atau berbelok adalah:
Baca Juga:
1. Keselamatan Pengendara
Aspek teknis seperti kesesuaian desain perencanaan dengan kondisi medan dan kemiringan jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan.
2. Lingkungan
Desain jalan yang melengkung lebih seimbang dengan kondisi alam sehingga dapat mengurangi dampak lingkungan.
3. Ekonomi
Jalan berkelok-kelok bisa lebih murah dibandingkan dengan jalan lurus yang memerlukan perluasan sungai atau pembangunan struktur tambahan lainnya.
Editor : Pimred Laksamana.id