Fenomena narkoba di Lampung hari ini sejatinya sedang menjadi ujian integritas bagi APH. Apakah mereka sungguh berdiri di garis depan perang melawan narkoba, atau justru ikut melanggengkan mafia peredaran dengan memberi perlakuan istimewa pada kalangan tertentu?
Masyarakat kian kecewa ketika mendengar kabar bahwa pelaku elit bisa tidur nyenyak di rumah, sementara rakyat kecil digiring ke penjara. Dari sinilah lahir apatisme: “buat apa percaya hukum, kalau toh bisa diatur sesuai siapa yang terlibat?” Bahaya terbesar bukan hanya narkoba, melainkan hancurnya kepercayaan publik terhadap hukum.
Narkoba tidak hanya melanggar hukum, tapi juga dosa besar yang merusak akal, menghancurkan keluarga, meluluhlantakkan masa depan anak-anak, dan melemahkan bangsa. Negara akan rapuh jika generasi mudanya kehilangan moral dan akal sehat. Editor : YantoSumber : JMSI Lampung