Latihan melibatkan berbagai elemen strategis, termasuk Tim SAR gabungan, Basarnas, BPBD, Dinas Kesehatan, Pelindo, hingga stakeholder pelayaran dan kepelabuhanan.
Beragam skenario kritis diuji secara simultan, seperti evakuasi korban di tengah laut, penanganan kebakaran kapal, hingga penanggulangan tumpahan bahan bakar.
"Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi protokol keselamatan laut yang berbasis kolaborasi multipihak, seiring meningkatnya volume penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, terutama menjelang musim libur panjang dan arus mudik," ujar Letkol Laut (P) Puji Santoso.
Dengan skenario latihan yang menyerupai kondisi nyata, diharapkan seluruh personel yang terlibat mampu meningkatkan akurasi penanganan, mengurangi potensi korban jiwa, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem keselamatan pelayaran nasional. (rag) Editor : Pimred Laksamana.id