Laksamana.id |Banyuwangi - Seorang pria berinisial SH (33), warga Lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi Jawa timur ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di dapur rumahnya pada Jumat (21/03/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh sepupunya, Hari, yang curiga karena SH tidak terlihat keluar rumah sejak Kamis (20/3/2025).
Kronologi Penemuan Korban
Menurut keterangan saksi, SH biasanya duduk di depan rumah setiap harinya. Namun, sejak Kamis (20/3/2025), korban tidak terlihat. Kecurigaan semakin kuat ketika Hari kembali tidak menemukan SH di luar rumah pada Jumat malam.
“Kami mendobrak pintu rumah untuk mencari korban di dalam. Saat masuk ke dapur, kami menemukan korban sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali tampar,” ujar Hari.Peristiwa ini segera dilaporkan ke Polsek giri.
Saat kejadian, aparat kepolisian dan unsur terkait langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), antara lain:
- Kapolsek Giri beserta lima anggota
- Kanit Pidum Sat Reskrim Polresta Banyuwangi- Tim INAFIS Polresta Banyuwangi
- Babinsa Kelurahan Mojopanggung- Lurah Mojopanggung beserta Ketua RT
- Bidan Puskesmas Mojopanggung
Hingga proses evakuasi selesai, situasi di lokasi tetap aman, lancar, dan kondusif.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Bidan Puskesmas Mojopanggung, Yosita Dwi Puspitasari, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari kondisi tubuhnya, diperkirakan korban sudah meninggal lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.
“Darah yang keluar dari hidung korban sudah mengering, kaki menghitam, dan terdapat urine yang keluar dari tubuhnya. Hal ini menunjukkan korban telah meninggal lebih dari satu hari,” jelas Yosita.
Selain itu, hasil investigasi dari kepolisian mengungkap bahwa SH baru saja selesai menjalani rehabilitasi di IPWL LRPPN Banyuwangi akibat konsumsi obat-obatan daftar G selama dua bulan. Korban baru keluar dari tempat rehabilitasi sekitar satu minggu sebelum puasa peristiwa ini terjadi.
Kapolsek Giri AKP Budi Mujiono di rumah korbanKeluarga Menolak Autopsi, Korban Langsung Dimakamkan
Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menyatakan ikhlas atas meninggalnya SH. Pernyataan resmi pun dibuat untuk menguatkan keputusan tersebut.
Korban langsung dimakamkan pada Jumat malam (21/3/2025) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cungking.
Pesan & Imbauan untuk Masyarakat
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis seseorang, terutama bagi mereka yang baru saja selesai menjalani rehabilitasi atau menghadapi tekanan hidup berat.
Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Editor : Pimred Laksamana.id