8 Tanda Diabetes yang Muncul saat Pagi Hari, Apa Saja?

8 Tanda Diabetes yang Muncul saat Pagi Hari, Apa Saja?
8 Tanda Diabetes yang Muncul saat Pagi Hari, Apa Saja?

Laksamana.id - Diabetes merupakan suatu penyakit jangka panjang yang dikenakan ciri khas dengan tingginya gula dalam darah.

Penyakit ini bisa memperlihatkan gejalanya pada saat-saat yang berbeda sepanjang hari. Sejumlah ciri khas sering kali timbul dan menjadi lebih nampak di awal pagi.

Dikutip dari Hindustan Times (5/7/2023), tubuh dapat mengalami kenaikan tingkat gula darah walaupun kemungkinan besar kita tidak menyadarinya. Hal ini disebabkan oleh adanya penyesuaian dari insulin yang masih normal di dalam tubuh.

Ini terjadi karena jantung melepaskan gula darah guna menyiapkan tubuh menghadapi aktivitas sepanjang hari dan meningkatkan kesiapsiagaannya. Oleh karena itu, orang dengan diabetes bisa saja memiliki level glukosa yang tinggi pada waktu subuh.

Dengan mengetahui petunjuk-petunjuk diabetes pada awal hari, khususnya gejalanya saat baru bangun tidur, hal tersebut bisa membantu Anda untuk mendeteksinya serta mengatur keadaan ini sedari dini.

Apa sajakah tanda-tanda diabetes yang terasa pada saat bangun tidur di pagi hari?

Tanda-tanda Diabetes yang Dirasakan Saat Pagi Setelah Bangun Tidur

Banyak individu yang belum mendapatkan diagnosis diabetes sering kali merasakan gejala-gejala ringan seperti lelah, mudah tertidur, pandangan mata berkabut, serta terserang infeksi ragi atau luka bakar.

Di samping itu, terdapat berbagai macam indikasi dan ciri-ciri diabetes yang muncul pada waktu pagi hari, khususnya sesaat setelah bangun tidur, sebagaimana dilansir dari Times of India (4/6/2024).

Berikut beberapa gejala diabetes yang bisa dirasakan di pagi hari setelah bangun tidur:

1. Hiperglikemia pagi

Hiperglikemia pada waktu subuh, yang kerap dikenal sebagai "efek fenomena fajar," timbul saat tingkat glukosa dalam darah naik dengan cukup drastis sekitar jam-jam tersebut, umumnya mulai dari pukul 04:00 hingga 08:00.

Ini disebabkan oleh peningkatan produksi glukosa serta beberapa jenis hormon dalam tubuh akibat ritme sirkadian yang bawaan, termasuk kortisol dan hormon pertumbuhan.

Kejadian resistansi insulin oleh hormon-hormon tersebut bisa mengakibatkan kenaikan glukosa dalam darah ketika seseorang baru saja terbangun dari tidur.

2. Keinginan untuk minum yang sangat kuat

Gejala diabetes yang dirasakan di pagi hari bisa berupa rasa haus yang berlebihan. Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai polidipsia.

Penderita diabetes sering terbangun dengan perasaan sangat haus karena tubuh mereka berusaha mengelola kadar gula darah yang tinggi.

Merkuri berusaha ekstra dalam menyaring dan meresapkan gula berlebih di tubuh. Ini mengharuskan proses tersebut menggunakan banyak cairan, yang pada akhirnya dapat menciptakan kondisi dehidrasi serta peningkatan dorongan untuk minum.

Umumnya, orang dengan diabetes akan mengalami perasaan kandung kemih yang terlalu penuh, meskipun sudah seringkali berkemih sepanjang malam.

3. Sering kencing

Sering buang air kecil atau poliuria adalah tanda lain dari diabetes, yang terutama terlihat pada malam dan dini hari.

Gula darah yang tinggi membuat ginjal memfilter sejumlah besar glukosa yang mengundang air, akibatnya pembuatan urin bertambah.

Penderita diabetes mungkin mendapati diri mereka terbangun beberapa kali pada malam hari untuk buang air kecil, sehingga kandung kemih mereka penuh di pagi hari.

4. Rasa Lelah Pada Saat Subuh

Ketika terbangun dari tidur dalam keadaan lelah bisa jadi merupakan indikasi diabetes pada waktu subuh.

Sebab itu, gula darah yang tinggi bisa menghalangi tubuh dalam penggunaan glukosa dengan optimal sebagai sumber energi.

Di samping itu, pembuangan urine yang berlebihan di malam hari bisa menggangu pola tidur, yang kemudian membuat orang tersebut merasakan keletihan di saat subuh dan rasa capek sepanjang hari.

5. Sakit kepala

Nyeri kepala pada awal hari bisa jadi tanda diabetes.

Keadaan tersebut dapat dipicu oleh konsentrasi glukosa dalam darah yang tinggi (hiperglisemi) atau konsentrasi glukosa dalam darah yang rendah (hipoglisis) yang berlangsung sepanjang malam.

6. Mulut serta kerongkongan terasa kering

Terjaga di pagi hari dengan rasa kering di mulut dan kerongkongan bisa jadi merupakan indikasi awal diabetes.

Hal ini disebabkan oleh konsentrasi gula darah yang tinggi bisa mengakibatkan dehidrasi sebab tubuh menggunakan lebih banyak cairan untuk mengeluarkan sisa glukosa berlebihan.

Ini bisa mengakibatkan rasa kering di mulut, terlebih lagi saat bangun tidur di pagi hari.

7. Meningkatnya rasa lapar

Meskipun sudah makan dengan baik di hari sebelumnya, penderita diabetes dapat terbangun dengan perasaan sangat lapar.

Kenaikan rasa lapar tersebut disebut polifagia. Keadaan itu muncul lantaran sel-sel dalam tubuh tak memperoleh cukup gula glukosa dikarenakan adanya ketidakmampuan tubuh menyerap insulin atau kurangnya produksi insulin.

Sebagai akibatnya, otak mengirimkan pesan ke tubuh agar memasok lebih banyak makanan dengan tujuan memberikan energi yang dibutuhkan.

8. Kesemutan

Nyeri kesemutan atau kebas di pagi hari pada tangan dan kaki bisa jadi gejala dini dari neuropati diabetes.

Neuropati diabetik merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh tingginya konsentrasi glukosa dalam darah selama periode waktu yang panjang dan hal ini dapat merusak sistem saraf.

Gejalanya mungkin akan lebih nampak ketika baru bangun tidur akibat tekanan lama pada saraf tertentu selama proses tidur.

Menangani Gejala Diabetes Pada Saat Subuh

Memahami gejala pemberitahuannya yang spesifik pada subuh hari ini amat vital bagi pengecekan awal dan kontrol penyakit diabetes sejak dini.

Berikut ini merupakan sejumlah cara yang dapat digunakan untuk menangani gejala diabetes dengan baik pada waktu pagi hari:

  • Lakukan pemeriksaan tingkat glukosa dalam darah dengan rutin, khususnya pada waktu subuh.
  • Patuhi pola makan bergizi yang terdiri dari makanan tinggi serat, protein rendah lemak, serta lemak baik.
  • Jauhi makanan serta minuman manis yang bisa menaikkan tingkat glukosa dalam darah.
  • Pastikan tetap terhidrasi dengan baik sepanjang hari agar dapat menangani dahaga serta mencegah kondisi dehidrasi.
  • Konsumsilah obat-obatan sesuai dengan petunjuk dari tenaga kesehatan secara teratur.
  • Melakukan olahraga dengan rutin dapat membantu menstabilkan tingkat glukosa dalam darah serta memperbaiki kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag: