Kementerian Pertahanan Ukraina dengan resmi telah menyatakan persetujuan serta memberikanizin kepada Pasukan PertahananNasionalUkrainauntukmenggunakankompleksrobotikkendarat“ Lyut . Informasi tersebut disampaikan melalui laman resmi Kementerian.
Dron bawah tanah "Lyut" sudah mengikuti tes intensif dalam skenario perang sungguhan dan dipakai oleh tentara Ukraina di sekitar daerah Kursk. Didesain agar dapat bekerja dengan baik meski dalam situasi yang menantang, NRK "Lyut" dilengkapi dengan beragam fitur seperti pemantauan serta membantu penembakan bagi satuan-satuan militer Ukraina.
+ Lihat video robot tempur “Lyut”
Robot ini dipersenjatai dengan senapan mesin berkaliber 7,62mm dan memiliki sistem deteksi maju yang dapat mengenali serta serang sasaran kapan saja, bahkan dalam kondisi gelap sekalipun. Tambahan lagi, bentuknya yang ringkas membuat alat tempur satu ini bisa dibawa dengan leluasa melalui bagian belakang truk militer dan didorong oleh motor listrik tanpa suara sehingga lebih mampu menyembunyikan dirinya saat bertempur.
+ Sukhoi Su-24MR: Pesawat Pemantau Milik Rusia yang Menjelajahi Langit
Fitur dan Kapabilitas
Kementerian Pertahanan menggarisbawahi bahwa "Lyut" dilengkapi dengan baterai bertenaga kuat, menyediakan ruang gerak operasional yang leluasa. Ketinggian dari permukaan tanah membantu robot tersebut bergerak secara stabil pada area bergunung atau sulit dilewati lainnya. Selain itu, peranti ini didesain agar dapat bekerja dalam rentang temperatur ekstrim, menjadikan performanya tetap prima di segala jenis iklim.
Tujuan primer dari kendaraan roboh terestrial ini adalah untuk mendukung satuan Tentara Pertahanan Ukraina serta menekan potensi bahaya pada personel militer dalam situasi dengan tingkat ancaman tertinggi. Pengemudi bisa menjalankan "Lyut" dari posisi yang jauh dan aman, sehingga meningkatkan keamanannya.
Operasi Terbaru dengan “Lyut”
Di bulan September tahun 2024, pasukan khusus dari Ukraina yang berasal dari satuan UA_REG menjalankan serangan bersama dengan senjata NRK "Lyut" di sekitar daerah pedesaan bernama Volfyne, yang berlokasi di provinsi Kursk. Serbuan militer tersebut tidak hanya memakai drone jenis FPV tetapi juga mendapatkan pertolongan dari artileri-mortir, membuktikan bahwa kendaraan tempur otomatis ini sangat adaptif dalam situasi peperangan.
Pengembangan serta implementasi "Lyut" mencatatkan kemajuan besar dalam upaya memodernisasi tentara Ukraina, sekaligus mengeraskan komitmen negara terhadap integrasi teknologi otomatis ke dalam taktik perang mereka.
Sumber serta ilustrasi: Telegram @ ministry_of_defense_ua / @ ua_regteam Konten ini dikembangkan menggunakan teknologi AI dan sudah mendapatkan pengawasan dari tim editor.