DEPOK, Laksamana.id -Panasnya api dari Kobaran tidak pernah mempengaruhi ketenangan Sandi Butar Butar. Berkarir sebagai pejuang pemadaman kebakaran, dia sudah meluangkan waktu sebanyak sembilan tahun untuk menembus abu-abu dengan tujuan melestarikan jiwa serta properti.
Namun, pada awal tahun 2025, ia mendapat berita yang mengejutkan. Kontrak kerjanya tidak diperbarui oleh Pemerintah Kota Depok.
Sandi tidak hanya kehilangan pekerjaaannya, tetapi juga sebagian jiwa yang sudah terpatri dalam misinya sebagai petugas pemadam kebakaran.
Keputusan dalam surat tersebut tiba seperti hembus angin sejuk di saat bara perlawanan menyala. Tidak ada pemberitahuan, tidak ada ruang untuk mengajukan pertanyaan.
Puncak perubahan, kepercayaan yang bangkit kembali
Akan tetapi, ketetapan takdir berbeda. Harapannya muncul dari orang yang tidak terduga.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Wali Kota Depok Supian Suri ikut campur langsung.
Mereka membuat jalur agar Sandi bisa memakai lagi pakaian oranye favoritnya.
"Pak Supian sebenarnya memiliki pernyataan dari Pak Gubernur, Kang Dedi Mulyadi, yang mengungkapkan bahwa jika wali kota Depok terpilih adalah Sandi, maka dia akan diizinkan untuk melanjutkan pekerjaannya lagi. Hal tersebut telah dipenuhi oleh Wali Kota Depok serta oleh Gubernur Jawa Barat," jelas kuasa hukum Sandi, Deolipa Yumara, pada hari Jumat, 14 Maret 2025.
Kalimat tersebut seperti embun segar di masa perjuangan yang dipenuhi keraguan.
Sandi tidak hanya melanjutkan karirnya, tapi juga meraih posisi yang lebih tinggi yaitu menjadi Pegawai Pemerintah berdasarkan Perjanjian Kerja (PPPK).
Untuk Sandi, hal ini melebihi sekedar tugas kerja. Ini merupakan sebuah panggilan hidup, suatu misi kemanusiaan yang tidak dapat dia abaikan dengan mudah.
"Memang ini berdasarkan instruksi dari Wali Kota Depok, Pak Supian Suri. Kami pun mengucapkan terima kasih kepada beliau yang telah memberikan perhatian serta menuntut agar Sandi dapat melanjutkan pekerjaannya," ungkap Deolipa.
Berdasarkan semangat yang membara kembali, Sandi sekarang telah kembali ke barisan terdepan, siap menghadapi api dengan gagah, menjaga masyarakatnya, serta membuktikan bahwa peluang kedua merupakan anugerah tertinggi untuk orang-orang yang tidak pernah putus asa.
Melalui kabut asap, di antara deru sirine, Sandi kembali ke titik di mana hatinya senantiasa bersama dengan para pahlawannya yang menghadapi si jago merah itu.
(Akurde: Dinda Aulia Ramadhanty, Akhdi Martin Pratama)
Editor : Pimred Laksamana.id