Laksamana.id - Hindarto, bapak petinju taekwondo Fidya Kamalinda, yang namanya menjadi sorotan karena diberitakan tentang pelarianannya dari rumah serta dicurigai telah menyiksanya, pada akhirnya mengaku atas tindakannya tersebut.
Hindarto menyangkal klaim Fidya Kamalinda bahwa dia mengaku telah menderita penyiksaaan sejak usia dini.
Menurut dia, tindakan pada masa lalu bertujuan untuk mendidik putranya dengan pendekatan disiplin.
"Meskipun mungkin kata-kata tersebut tepat untuk mendidik anak, namun jangan terlalu keras. Mengajar dengan kasih sayang saja sudah cukup," ungkap Hindarto, seperti dilansir TribunJakarta dari video YouTube TvOne News pada hari Minggu, 16 Maret 2025.
Ketika mendidik Fidya, Hindarto sadar bahwa cara dia mengasuh putranya dengan pendekatan yang keras dan tegas.
Hindarto melakukannya guna menciptakan ciri khas yang tangguh serta mental yang kuat pada putranya.
Hindarto bahkan berani menyatakan bahwa muridnya tersebut dapat menimbulkan rasa cemburu pada istrinya, Khodijah.
Karena itu, Hindarto sering kali mengamati perkembangan Fidya Kamalinda.
"Sebagai orangtua, siapa yang tidak menyayangi anak mereka? Menurut penjelasannya tadi, usia lima tahun adalah saat dia hanya memiliki seorang anak saja. Saat-saat ini penuh dengan kasih sayang. Sampai ibunya cemburu lantaran kami begitu memperhatikan sang buah hati," jelas Hindarto tegas.
Selanjutnya, Hindarto pun membongkar ceritanya sendiri ketika disangka selalu menendangi Fidya setelah Fidya kalah dalam pertandingan.
Hindarto, seorang mantan atlet, menyatakan bahwa tujuannya hanyalah untuk mendidik putrinya.
"Bila kalah, lumayan kita dulu pernah menjadi atlet, sehingga mengerti bagaimana caranya berlomba, kelemahannya dijelaskan dan tekniknya diajar dengan benar. Pada dasarnya tidak ada hal lain, kan ibarat orangtua yang peduli pada anak mereka," ungkap Hindarto.
Sebaliknya, Hindarto merasa kagum dengan keberanian putranya yang berani meninggalkan rumah.
Hindarto menyatakan bahwa dia berkeinginan untuk menerapkan proses hukum pada kasus itu dan bisa jauh sampai ke tingkat peradilan.
"Bila respons kita dikatakan demikian, kemungkinan besar aku tidak dapat memberikan jawaban saat ini selain di tempat tertentu," katanya.
Semoga dengan diberi bantuan, ada kesempatan untuk menampilkan ucapan terima kasih.
"Semoga terus adanya dukungan dari pihak kepolisian dan aparatur negara, serta agenda sidang yang akan datang. Bisa jadi kami memiliki beberapa bukti yang cukup kredibel hingga bertulisan," papar Hindarto.
Sebelumnya diberitakan, Fidya Kamalinda dikabarkan hilang dengan misteri sejak tahun 2015.
Pelaporan kehilangan Fidya Kamalinda awalnya disebarkan oleh kedua orangtuanya, yaitu Hindarto dan Khodijah.
Untuk para jurnalis, Hindarto dan Khodijah mengharapkan dukungan untuk menyebarkan berita tentang Fidya yang hilang tanpa kabar.
Setelah berita itu menyebar secara luas, Fidya Kamalinda pun tampil di platform-media sosial.
Dalam penjelasannya, Fidya menyangkal tudingan orangtuanya yang menyatakan dia lenyap tanpa ada kabar berita.
Fidya menyatakan bahwa dia dengan sengaja melarikan diri dari rumahnya selama 10 tahun terakhir, dan tidak disebabkan oleh penculikan atau diambil paksa oleh pihak lain.
Bagi publik di media sosial, Fidya menjelaskan alasan-alasannya untuk meninggalkan keluarganya.
Fidya yang saat ini berumur 30 tahun menyatakan bahwa dahulu dirinya sering kali menderita perlakuan kejam dari bapaknya.
Ingin meninggalkan rumah karena sejak kecil mengalami kekerasan, sering kali dicabik-cabik, dipukul, dan digiring oleh ayah kandungku, hal ini berlangsung untuk beberapa waktu.
Fidya Kamalinda menuturkan di akun Instagram-nya bahwa ia bingung tentang alasannya, bisa jadi disebabkan oleh keinginannya yang sangat besar agar dia dapat menghasilkan banyak uang, namun upayanya belum menuju kesuksesan mungkin hingga kini.
Menurut pengakuan Fidya, dia mengalami penyiksaaan setiap kali kalah dalam pertandingan.
Perlu diingat bahwa Fidya merupakan atlet taekwondo unggulan dari Jawa Barat yang telah memenangkan PON serta gelaran juara dunia.
Tiap kali saya kalah, ayah memberikan tekanan secara fisik dan verbal kepada saya. Aku dihantam tanpa ampun.
"Seluruh dana dari pertandingan saya, gaji bulanan saya, dan uang tambahan yang saya dapatkan, sebenarnya dinikmati oleh orangtua saya, bukan diriku sendiri. Saya pun berharap bisa seperti mereka yang masih bisa melanjutkan pendidikan di universitas, namun bagaimana dengan buktinya?" tutup Fidya.
Oleh karena itu, Fidya memilih untuk meninggalkan rumah dan mengikat janji suci tanpa persetujuan orang tua.
Sekarang Fidya menyatakan bahwa dia telah menikah dan memiliki seorang putra.
Bantahan Sang Ibu
Sama seperti suaminya, Ibunya Fidya yang bernama Khodijah menyangkal bahwa mereka telah menyiksanya.
"Temanya bisa ditanyain, karena saat latihan selalu diajak oleh ayahnya dan itu berbeda dari pembicaraan Fidya," jelas Khodijah.
Terkait masalah kedua orangtua yang tidak menyetujui hubungan Fidya, Khodijah langsung menyatakan penolakannya secara gamblang.
Khodijah merasa bahagia apabila mengetahui bahwa Fidya telah memiliki anak.
"Bila memiliki anak tentu akan diterima. Saya tidak tahu apakah dia sudah memiliki anak atau belum, tetapi jika benar-benar memiliki anak, alhamdulillah mari kita terimanya saja," tambah Khodijah.
Maka sekarang Khodijah berkeinginan agar Fidya dapat kembali ke rumahnya dan hidup harmonis bersama kedua orang tuanya lagi.
Saya berharap kamu sudah sampai rumah ya kak, ibu sangat merindukanmu. Entah apapun yang telah kamu bahas, ibu tetap tidak akan mengungkapkan apa-apa.
"Mama lebih sadar kalau kakak mengalami tekanan. Mama sangat mengetahui hubungan darah antara kami semua. Saya hanya bisa berkata sebatas ini dan memberitahu untuk kembali ya kak," pintanya Khodijah.
(TribunJakarta)
Akses Laksamana.iddi Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f .
Pastikan Tribunners telah menginstal aplikasi WhatsApp ya
Editor : Pimred Laksamana.id