JAKARTA, Laksamana.id - Walaupun sudah berpisah, Galiech Ridha, eks suami dari artis Asri Welas, tidak pernah melupakan pertemuan awal mereka yang membuatnya percaya bahwa Asri adalah jodohnya.
Menurut Galiech, sang ibu berprofesi sebagai desainer, sedangkan Asri Welas kala itu merupakan seorang model.
"Galaich mengatakan bahwa dirinya pada awalnya bertemu dengan Mbak Asri tidak disengaja," demikian dia menuturkan seperti dilansir dari kanal YouTube resmi Feni Rose, Sabtu (15/3/2025).
"Mbak Asri merupakan inspirasi bagi ibuku, yang juga seorang desainer," tambahnya.
Pada saat itu, sang ibu tengah mengevaluasi beberapa desain ketika tiba-tiba saja Galiech menyaksikan gambar Asri.
"Sejak awal memilih untuk mengambil fotonya saja ketika melihat dirinya yang berbeda dari biasanya. Sepertinya ada kedekatan di hati," ujar Galiech.
"Saya akhirnya berkata, 'Ibu, cukup sampai di sini saja,' " tambahnya.
Galiech menjadi semakin tertarik setelah menyaksikan Asri Welas menari dengan leluasan. Hal itu bahkan membawanya pada keyakinan bahwa Asri adalah jodohnya.
Sambil berbicara dengan ibunya, Galiech kemudian menuntut agar terus menganggap Asri Welas sebagai panutan.
Dia memakai kebaya yang bergerak indah, saya seketikalangsungsegera amaze Dan di dalam hatiku mengatakan 'dia adalah istriku,' pada awalnya seperti itu," ungkap Galiech.
"Maka itu saya katakan pada ibu saya, 'Ibu, jika memungkinkan, saat acara-acara seperti ini biarkan saja Asri menjadi ikonnya. Saya sendiri sebetulnya juga senang dengan hal tersebut,'" tambahnya.
Pada waktu tersebut, Galiech dengan terus terang menyampaikan kepada ibunya bahwa dia telah jatuh cinta pada Asri Welas.
"Tetapi tahanlah sebentar hingga saya menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, setelah bekerja nanti, saya ingin mendekatkan diri secara serius." Itulah yang kukatakan," jelas Galiech kepada ibunya.
"Aku baru bertemu satu kali saja sudah berkata seperti itu," kata Galiech mengutip ucapan ibunya.
Namun tanpa dapat menerangkan alasan mengapa demikian, dia yakin bahwa Galiech mengetahui hal tersebut ada padanya saat itu.
Tetapi rasanya berat di hati. 'Inilah istriku,' katanya sembari mengulum senyum.
Pada waktu itu, tiap kali berkomunikasi dengan ibuanya, Galiech selalu bertanya tentang Asri Welas.
Suatu hari nanti, sang ibu menarik perhatian Asri Welas dengan cara memberinya sebuah telepon.
Saya belajar di Melbourne, dan saat menghubungi keluarga di Indonesia, tidak jauh berbeda dengan percakapan dengan Mbak Asri. Seolah-olah Ibuku berkata, 'Apakah kamu hanya ingin bertanya pada Mami atau juga kepada Mbak Asri?' ingat Galiech sambil menirukannya dengan tergelak.
"Saat terakhir saya menelepon, ternyata Mbak Asri yang menjawab. Ibu berkata, 'Aku beri dia, bicara langsung saja.' Saya tidak menyangka sama sekali. Rencana awalnya adalah setelah bekerja dan sudah mulai kuliah baru akan diperkenalkan," jelasnya.
Menurut Galiech, waktu itu tidaklah sederhana untuk meyakinkan Asri Welas agar meninggalkan fokusnya pada masa depan dan karirnya.
Oleh karena itu, ketika pada akhirnya perkawinannya berakhir dengan cerai setelah 17 tahun, Galiech menyuarakan pendapat tentang keyakinan lamanya bahwa Asri adalah jodohnya.
"Ketika seseorang mengatakannya, ternyata waktu lah yang akan berbicara dan menunjukkan kebenarannya, untuk melihat apakah dia adalah jodoh kita atau tidak," ujar Galiech.
Editor : Pimred Laksamana.id