Tiap anak memiliki sifat unik tersendiri, oleh karena itu orangtua tak dapat menggunakan metode pengasuhan yang identik pada seluruh buah hati mereka. Sebagai contoh, cara mengurus anak bertipe introvert barangkali akan berlainan dibandingkan dengan pendekatan terhadap si kembar extrovert.
Menurut Simply Psychology, Introvert merupakan karakteristik seseorang yang lebih memilih menyendiri guna mengembalikan tenaga. Karena itu, saat seorang introvert bertukar pikiran dengan beberapa orang, mereka cenderung cepat merasa letih secara psikologis atau kehilangan vitalitasnya.
Inilah sebabnya anak introvert cenderung lebih banyak menyendiri dan pendiam. Di sisi lain, ekstrovert merujuk pada orang-orang yang mendapatkan kembali energi mereka melalui interaksi sosial dengan orang lain.
Berikut ini adalah cara mengasuh anak introvert agar dapat berkembang menjadi individu yang bahagia, Yuk intip panduan parenting-nya di artikel berikut, Moms.
Gaya Mendidik Anak yang Cenderung Pendiam
Merujuk laman Child Savers dan Little Footprints Berikut adalah beberapa gaya pengasuhan yang dapat diimplementasikan oleh para orangtua ketika menangani anak dengan cenderungintrover.
1. Hormati keinginan anak untuk memiliki waktu pribadi
Anak yang cenderung pendiam memperbarui tenaganya dengan menikmati waktu sendiri. Umumnya, mereka akan mendengarkan musik, membaca buku, atau menyibukkan diri dengan hobbi masing-masing tanpa mau terganggu.
Apabila Anda melihat anak sedang sendirian di kamar, terlebih lagi sesudah bermain bersama teman-temannya, lebih baik untuk tidak mengganggunya. Mari biarkan dia merasakan ketenangan demi melepaskan energi yang telah habis.
2. Kunjungilah acara sosial sebelum waktunya yang ditentukan.
Ketika hendak hadir dalam suatu acara sosial seperti pertemuan keluarga atau upacara pernikahan, lebih baik jelaskan kondisinya kepada anak terlebih dulu. Beritahu mereka bahwa ada banyak orang yang akan ikut serta sehingga anak Anda tak merasa kaget saat sampai di tempat acara.
Disarankan pula agar tiba di lokasi sebelum waktunya acara dimulai. Ini akan memudahkan buah hati Anda dalam bersosialisasi dan mengenal lingkungan baru tersebut. Tiba tepat waktu atau lebih cepat juga dapat membantu mereka meredakan rasa cemas saat jumlah peserta masih sedikit.
3. Jangan bandingkan anak introvert dengan ekstrovert
Ekstrovert merupakan karakter yang bertolak belakang dengan introvert. Ini menunjukkan bahwa seorang anak yang ekstrovert cenderung lebih banyak beraktivitas dan gemar dalam mengembangkan interaksi sosial.
Terkadang, para orangtua cenderung menyukai perilaku yang aktif pada anak mereka sehingga secara tak langsung membandingkan anak bertipe introvert dengan ekstrovert. Akan tetapi, perbuatan seperti itu sebaiknya dihindari karena bisa mengganggu rasa percaya diri sang buah hati dan bahkan menimbulkan tekanan baginya.
4. Jangan paksa anak agar memiliki banyak teman.
Banyak orangtua mungkin menyukai anak-anak yang pandai bergaul dengan orang lain. Akan tetapi, sebaiknya jangan mendesak anak bertipe introvert agar menjadi seperti itu, karena bisa menimbulkan tekanan pada mereka.
Jangan risau jika anak Anda pendiam tak mempunyai banyak sahabat. Biasanya mereka masih akan berusaha mendapatkan teman, namun dengan jumlah terbatas. Ini karena orang-orang bertipe introvert cenderung merasa nyaman dengan pergaulan yang sederhana dan eksklusif.
5. Sampaikan kritik dengan cara yang personal
Tiada seorang pun anak yang gemar dimarahi atau dipermalukan di hadapan khalayak, apalagi bila sang buah hati termasuk tipe pendiam dan mudah minder. Karenanya, bilamana anak Anda berbuat keliru, lebih baik hindari mencela mereka tepat saatitu di tengah keramaian orang lain.
Lebih baik ajak anak bicara satu lawan satu dan jelaskan kekeliruannya menggunakan bahasa yang halus. Cara ini tidak hanya dapat melindungi martabat anak tetapi juga umumnya lebih berhasil dalam membuat anak sadar akan kesalahan mereka.
Psikolog: Cara Menangani Anak dengan Sikap Kritis
Editor : Pimred Laksamana.id