Gubernur Riau: Ini Belum Pernah Terjadi Sepanjang Sejarah, Riau Bisa Bangkrut

Gubernur Riau: Ini Belum Pernah Terjadi Sepanjang Sejarah, Riau Bisa Bangkrut
Gubernur Riau: Ini Belum Pernah Terjadi Sepanjang Sejarah, Riau Bisa Bangkrut

Laksamana.id | Pekanbaru - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menghadapi krisis keuangan terbesar dalam sejarah. Defisit APBD 2024 yang mencapai Rp 2,2 triliun membuat Pemprov terpaksa melakukan pemangkasan anggaran secara drastis, termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi PNS di lingkungan Pemprov Riau. 

Gubernur Riau Abdul Wahid mengungkapkan kekecewaannya dalam rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Balai Serindit, Gedung Daerah, Pekanbaru, Rabu (12/3/2025). 

"Pak Saleh Djasit pernah jadi Gubernur, Pak Wan Abubakar pernah jadi Gubernur, Bang Chaidir pernah jadi Ketua DPRD Riau, saya sendiri pernah jadi anggota DPRD dan DPR RI. Tapi dalam sejarah Riau, belum pernah ada defisit sebesar ini! Paling-paling dulu hanya Rp 200-250 miliar. Sekarang Rp 2,2 triliun! Kepala saya pusing tujuh keliling. Duitnya mau cari dari mana?" tegas Wahid dengan nada kecewa. 

Menurutnya, setelah meneliti seluruh lembar kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemangkasan total anggaran pun tidak cukup untuk menutupi tunda bayar ini. Oleh karena itu, langkah drastis harus diambil. 

*TPP Dipangkas, Belanja Pegawai Terlalu Membengkak* 

Selain pemangkasan TPP, anggaran lain yang turut dikurangi meliputi perjalanan dinas, konsumsi rapat, hingga sewa gedung untuk acara seremonial dan Focus Group Discussion (FGD). 

"Saya sudah cek neraca keuangan, belanja pegawai kita sudah 38 persen dari total APBD, padahal aturannya tidak boleh lebih dari 30 persen. Secara logika, kalau kerjaan tidak ada tapi gajinya besar, lalu apa yang mereka kerjakan? TPP itu tambahan, bukan gaji pokok. Seharusnya diberikan berdasarkan beban kerja, bukan sekadar hak!" ujar Wahid dengan nada geram. 

Pemprov Riau setiap bulan harus menggelontorkan Rp 85 miliar hanya untuk TPP. Dengan kondisi keuangan yang semakin kritis, jika tidak segera dikendalikan, Wahid khawatir Riau akan menghadapi kebangkrutan. 

"Kita harus rasional. Kalau situasi keuangan normal, tentu tidak masalah. Tapi kalau terus seperti ini, Riau bisa bangkrut. Saya tidak mau daerah ini gagal!" pungkasnya dengan nada tegas.*** Tim.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag: