Scroll untuk baca artikel

Tindakan Keselamatan Angkutan Orang untuk Persiapan Mudik Gratis Lebaran 2025

Tindakan Keselamatan Angkutan Orang untuk Persiapan Mudik Gratis Lebaran 2025
Tindakan Keselamatan Angkutan Orang untuk Persiapan Mudik Gratis Lebaran 2025

Laksamana.id | Jakarta - Berdasarkan temuan faktual investigasi kecelakaan transportasi darat pada angkutan orang dan barang, diperlukan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan keselamatan selama periode Mudik Lebaran 2025. Evaluasi dari berbagai kecelakaan menunjukkan adanya faktor-faktor yang berulang, sehingga Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merekomendasikan beberapa tindakan pencegahan agar kecelakaan dengan penyebab serupa dapat diminimalisir. 

Adapun langkah-langkah keselamatan yang direkomendasikan adalah sebagai berikut: 

1. Pelaksanaan Ramp Check pada Seluruh ArmadaPemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) wajib dilakukan terhadap seluruh bus, baik bus reguler, bus pariwisata, maupun bus mudik gratis. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh armada dalam kondisi layak jalan dan siap digunakan secara aman selama periode mudik.

 2. Perawatan Sistem Rem Secara Menyeluruh

Mengingat kegagalan rem (rem blong) menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan yang diinvestigasi KNKT, seluruh bus dan truk harus menjalani perawatan besar, khususnya pada sistem pengereman. Kegagalan mekanik akibat kurangnya perawatan menjadi faktor dominan dalam kasus-kasus kecelakaan sebelumnya. 

3. Pengawasan Jam Kerja dan Waktu Istirahat PengemudiPengemudi harus mendapat pengawasan ketat terkait jam kerja dan waktu istirahat guna menghindari kelelahan berlebih yang dapat menurunkan konsentrasi saat mengemudi. Regulasi mengenai batasan jam kerja harus dipatuhi agar keselamatan perjalanan dapat terjaga.

 4. Pemeriksaan Kesehatan Berkala bagi Awak Pengemudi

Berdasarkan hasil penelitian, banyak pengemudi bus yang memiliki masalah kesehatan terkait metabolisme, seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan mengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala harus dilakukan sebelum keberangkatan. 

5. Sosialisasi Istirahat bagi Pengemudi dan Penyediaan Rest AreaFatigue (kelelahan) menjadi penyebab utama kecelakaan selama mudik Lebaran. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi kepada seluruh pengemudi angkutan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor agar mereka beristirahat saat merasa lelah. Selain itu, penyediaan kantong-kantong rest area yang memadai di jalur mudik sangat diperlukan untuk mengakomodasi kebutuhan istirahat para pemudik.

 Dengan implementasi rekomendasi ini, diharapkan angka kecelakaan selama periode Mudik Lebaran 2025 dapat ditekan, serta keselamatan dan kenyamanan para pemudik dapat lebih terjamin.***

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini