Laksamana.idSuatu perdebatan sengit mengantarkan Real Madrid memenangkan pertandingan melawan Atletico Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions musim 2024-2025.
Berperan sebagai tamu dalam pertandingan Riyadh Air Metropolitano pada Rabu (12/3/2025), atau Kamis dini hari waktu Indonesia Barat, Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid melalui babak penalti.
Proses adu penalti harus dijalani usai pertandingan yang berlangsung selama 120 menit selesai dengan skor 1-0 bagi Los Rojiblancos (total agregat menjadi 1-1).
Seorang pengeksekusi dari Madrid tidak berhasil mencetak gol melalui tendangan pinalti.
Pada saat bersamaan, terdapat dua pemain Atletico yang tidak berhasil mencetak gol.
Madrid berhasil memenangkan pertandingan adu penalti dengan skor 4-2 dan berlanjut ke babak perempat final.
Jalannya pertandingan
Atletico segera melaju kencang setelah wasit membunyikan peluit untuk awal pertandingan.
Baru saja pertandingan dimulai 30 detik, tim tuan rumah memimpin karena gol dari Gallagher.
Gol perdana Atletico lahir dari situasi kerumunan yang menciptakan tendangan bebas di area kotak penalti, sebelum digunakan dengan cerdik oleh si playmaker.
Setelah Atletico menciptakan gol cepat luar biasa, Madrid memperkuat tekanan pada serangan mereka.
Sebaliknya dari menyeimbangkan posisi, tim lawan hampir saja terbobol karena tendangan kaki kiri Julian Alvarez dari tepi kanan area pinalti.
Tendangan dari penyerang Argentina itu berhasil diblokir oleh kiper Thibaut Courtois menggunakan satu tangannya.
Di menit ke-38, Alvarez menggiring bola hingga mendekati tiang lagi dan tembakan dia dipatahkan oleh Courtois.
Madrid membalas dengan mengancam melalui tembakan Jude Bellingham setelah menerima umpan dari sepakan langsung.
Namun, tendangan pemain tim nasional Inggris tersebut hanya menerobos sedikit melewati sisi gawang.
Tidak tercipta gol tambahan hingga akhir babak pertama.
Saat pertama setelah jeda, Alvarez menyampaikan ancaman dari luar area pinalti.
Tendangan si striker menyebabkan bolanya menuju sudut kanan atas gawang dan berhasil dipantulkan oleh Courtois.
Suatu insiden yang lucu hampir menyebabkan Madrid kemasukan gol di menit kelima puluh lima.
Pemain bek sisi El Real, Ferland Mendy, tersandung ketika mengontrol bola dalam situasi bertahan melawan Atletico.
Kulit bundar itu pun langsung diambil oleh Guiliano Simeone dan dia bawa berlari hingga ke area penalti Madrid.
Ancuran ancaman Los Rojiblancos tidak membuahkan gol lantaran Simeone gagal menyampaikan operan menuju arah gawang.
Real Madrid memperlihatkan dominasi saat Vinicius sukses mengontrol sundulan dari sepakan tendangan bebas menuju gawang lawan.
Namun, usaha sayap yang gesit tersebut hanya berujung pada tendangan melebar.
Pada menit ke-68, Madrid diberikan hadiah tendangan pinalti setelah Clement Lenglet melakukan pelanggaran terhadap Mbappe.
Sial sekali, kesempatan emas itu tidak bisa dioptimalkan oleh Vinicius sebagai penendang.
Tembakan Vinicius menyebabkan bola melambung tinggi melewati mistar gawang.
Sebentar kemudian setelah Madrid tidak berhasil mencetak gol tendangan pinalti, Atletico hampir saja kecolongan lewat tembakan Simeone dari sisi kanan area terlarang.
Usahanya dikendalikan oleh Courtois.
Correa pun gagal mencetak gol karena tendangannya yang berada di samping gawang melayang tinggi.
Skornya tidak berubah hingga akhirnya ditiupkan suara peluit yang lama dan memerlukan perpanjangan babak.
Walaupun sudah dijalani dengan waktu tambahan sebanyak dua kali, baik Madrid maupun Atletico tidak berhasil mencetak lebih banyak gol.
Suka tidak suka, pertandingan adu penalti akhirnya dipilih untuk memutuskan siapa yang menang.
Pada sesi tendangan panjang antara kedua tim, Real Madrid memilih lima pemain untuk mengeksekusi namun salah satunya gagal mencetak gol.
Hanya Lucas Vazquez saja yang tidak berhasil mencetak gol.
Dua penendang bebas Atletico yang tidak berhasil mencetak gol adalah Julian Alvarez dan Marco Llorente.
Alvarez memang sukses menceploskan bola ke dalam gawang yang dijaga Courtois.
Namun, usai diperiksa melalui sistem VAR, ia digolongkan sebagai melakukan tendangan ganda; akibatnya, gol tenda penal tersebut dicabut.
Atletico Madrid 1-0 Real Madrid (Conor Gallagher 1')
Atlético Madrid: 13 Januari Oblak, 15 Clement Lenglet (24 Robin Le Normand pada menit ke-90), 2 Jose Giménez, 23 Reinildo Mandžukić (3 César Azpilicueta di babak kedua tambahan waktu 98'), 5 Rodrigo de Paulo (16 Nahuel Molina pada injury time menit ke-90+4'), 14 Marcos Llorente, 4 Conor Gallagher (12 Samuel Lino saat menit ke-85), 8 Pablo Morant, 7 Antoine Griezmann (9 Alexander Sorloth pada pengganti ke-89'), 19 Julián Álvarez, dan 2 Giovanni Simeone diganti oleh 10 Angel Correa juga sekitar menit ke-89).
Pelatih: Diego Simeone
Real Madrid bermain dengan formasi sebagai berikut: 1-Thibaut Courtois, 22-Antonio Ruediger, 23-Ferland Mendy (digantikan oleh Fran Garcia pada menit ke-83), 35-Raul Asencio, 10-Luka Modric (terganti oleh Lucas Vazquez di babak kedua setelah mencapai menit ke-65), 8-Fede Valverde, 14-Aurelien Tchouameni (dihubungkan kembali oleh Eduardo Camavinga juga pada menit ke-65), 5-Jude Bellingham, 9-Kylian Mbappe, 7-Vinicius Junior (dimasukkan Endrich mulai dari bench saat skor masih imbang sejak menit ke-115), dan penyerang sayap kanan yang diperkuat Rodrygo (bergilir menjadi Brahima Dia pukul 79').
Pelatih: Carlo Ancelotti
Editor : Pimred Laksamana.id