Laksamana l Pekanbaru - Setiap bulan suci Ramadhan, fenomena "Asmara Subuh" (asbuh) kerap terjadi di berbagai daerah, termasuk di Jalan HR Soebrantas, tepatnya di dekat Rumah Makan Bareh Solok, Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru. Aktivitas ini umumnya dilakukan oleh para remaja yang berkumpul setelah shalat subuh, tetapi sering kali menimbulkan gangguan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan pengguna jalan.Sejumlah laporan warga menyebutkan bahwa para remaja yang mengikuti kegiatan asbuh melakukan aksi kejar-kejaran sambil menyeberang jalan secara sembarangan, saling lempar dengan berbagai benda, serta memukul satu sama lain menggunakan kain sarung yang digulung. Selain itu, mereka juga kerap menyalakan petasan dan mercon, yang tidak hanya mengganggu ketenangan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Fenomena ini tidak jarang berujung pada perkelahian antar kelompok akibat aksi saling ejek atau permainan yang tidak terkendali, sehingga meningkatkan risiko tindak kriminal dan kecelakaan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum selama bulan Ramadhan.Oleh karena itu, masyarakat berharap Kapolresta Pekanbaru, khususnya Kapolsek Binawidya, segera mengambil langkah tegas dengan meningkatkan patroli dan razia subuh. Langkah ini diperlukan guna mencegah gangguan keamanan, memastikan ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang kondusif selama bulan suci Ramadhan. Dengan pengawasan yang lebih ketat dari aparat kepolisian, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman tanpa gangguan dari aksi-aksi yang tidak bertanggung jawab. (Red).
Editor : Pimred Laksamana.id