Laksamana | Jayapura - Dinas kesehatan Lantamal X bekerjasama dengan Yayasan pencegah kanker Nusantara (YPKN) melaksanakan Sosialisasi dan penyuluhan penyakit Monkeypox, Virus Nipah , Kanker dan Tumor kepada Prajurit, PNS Lantamal X dan Ibu -ibu Jalasenastri Korcab X DJA III bertempat di Aula Samudera Loka Mako Lantamal X Jalan Amphibi No 1 Hamadi Jayapura, Selasa (14/11/2023).Penyuluhan ini merupakan program kerja diskes Lantamal X TA. 2023 yang bekerjasama dengan Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara (YPKN) yang bertujuan untuk memberikan edukasi serta ilmu kesehatan bagi hadirin semua sehingga kita dapat mengetahui langkah pencegahan penyakit monkeypox, virus Nipah kanker dan tumor.
Wakil Komandan Lantamal X Jayapura Kolonel Laut (P) Donny Suharto, M.Tr.Opsla mewakili Komandan Lantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono, M.Tr.Opsla menyampaikan kementerian Kesehatan RI melalui halaman resminya menyampaikan bahwa monkeypox dan virus Nipah termasuk dalam penyakit infeksi Emerging," Artinya penyakit yang muncul dan menyerang suatu populasi untuk pertama kalinya, atau telah ada sebelumnya namun meningkat dengan sangat cepat baik dalam hal jumlah kasus baru di dalam suatu populasi atau penyebarannya ke daerah geografis yang baru." Jelas Wadan Lantamal X Jayapura.
Penyakit infeksi energi ini menjadi kekhawatiran khusus dalam kesehatan masyarakat. Tidak hanya karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian pada manusia, tetapi karena penyakit ini juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar dalam dunia yang telah saling berhubungan saat ini. Pungkasnya.Penceramah Kepala BP Amphibi Diskes Lantamal X dr. Khusein Nova Pramana dalam penyuluhan menyampaikan tentang
Monkey Pox / Mpox / Cacar Monyet dan Virus Nipah / NiV."Monkey Pox adalah penyakit virus zoonosis yang artinya dapat ditularkan melalui hewan serta termasuk dalam genus orthopoxvirus yang masih satu keluarga dengan Variola / cacar"
Monkey Pox ini berasal dari daratan Afrika tepatnya di daerah Kongo yang merupakan daerah endemik untuk penyakit tersebut."Bagi bapak ibu atau masyarakat sekitar yang memiliki keluhan cacar jangan ragu untuk segera berobat ke Balai Pengobatan atau fasilitas kesehatan terdekat." pinta Kepala BP. Amphibi. Tujuannya adalah untuk mencegah penularan ke kelompok risiko tinggi seperti orang dengan penyakit kronis yang kekebalan tubuhnya menurun.
Penularannya dapat dari hewan ke Manusia dan manusia ke manusia baik melalui kontak langsung, pengolahan makanan yang kurang matang, maupun droplet atau Percikan air liur.Gejalanya diawali demam, sakit kepala, limpadenopati/pembesaran kelenjar getah bening, nyeri punggung nyeri otot dan kelelahan yang terus menerus.
Sedangkan virus nipah adalah penyakit zoonosis yang disebarkan melalui reservoir kelelawar buah pteropus."Virus Nipah termasuk dalam Biosafety Level (BSL) 4 yang artinya dapat menimbulkan gejala yang berat namun belum ada terapinya", ujar Ka BP.
Virus Nipah diketahui memiliki risiko kematian yang tinggi. Data dari Kemenkes menyebutkan untuk di Bangladesh pada periode 4 Januari 2023 - 13 Februari 2023 telah dikonfirmasi sebanyak 10 kasus dan 8 kasus diantaranya meninggal (CFR 72,7%. Untuk di Indonesia sejauh ini belum ada data yang terkonfirmasi virus Nipah."Gejala virus nipah awalnya hanya seperti gejala flu, namun 24-48 jam kemudian dapat memburuk menjadi komplikasi radang otak', ujar Ka BP
Baik Monkey Pox maupun Virus Nipah dapat dicegah dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker, mengolah makanan dengan benar, serta konsumsi makanan bergizi seimbang.Sementara itu
Penyuluh dari Yayasan Kanker Nusantara melalui Lola Novianti, SKM. Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara dalam penyuluhan menyampaikan mengenai gejala dan pencegahan Kanker Prostat, Kanker Servik atau kanker rahim wanita yang beresiko terkena kanker yang ada di leher rahim atau servik serta Kanker Payudara.Lola juga mengajari tentang.Skema sadari (Periksa Payudara sendiri)
"Mencegah lebih baik daripada mengobati," Kata Lola Novianti, SKM.Tampak hadir pada acara tersebut Asintel , Asops, Aspers Danlatamal X, Kadiskes Lantamal X drg. Hari Prasetyo, Sp. KG., Wakil Ketua Korcab X DJA III dan pengurus seluruh Prajurit dan PNS Lantamal X Jayapura. (Red).
Editor : Pimred Laksamana.id