Dosen IKTA Pekanbaru Kembangkan Pengendalian Risiko K3 Berbasis HAZOP pada Industri Kerupuk Tradisional

Dosen IKTA Pekanbaru Kembangkan Pengendalian Risiko K3 Berbasis HAZOP pada Industri Kerupuk Tradisional
Dosen IKTA Pekanbaru Kembangkan Pengendalian Risiko K3 Berbasis HAZOP pada Industri Kerupuk Tradisional

PEKANBARU – Dosen Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Kesehatan, Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) Pekanbaru, mengembangkan pendekatan pengendalian risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berbasis Hazard and Operability Study (HAZOP) untuk industri kerupuk tradisional. Penelitian yang didanai melalui Hibah Internal Penelitian IKTA tahun 2026 ini diarahkan untuk mengidentifikasi potensi bahaya sekaligus merancang langkah pengendalian yang aplikatif guna mewujudkan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan ergonomis bagi pekerja industri skala kecil.

Penelitian berjudul “Implementasi Pengendalian Risiko K3 Berbasis HAZOP terhadap Lingkungan Kerja pada Industri Kerupuk Tradisional” tersebut diketuai oleh Mela Ardeline, S.T., M.Si., bersama anggota tim Revi Lasmita, S.T., M.Si., dan Lilya Irsianti Fadlilah, S.T., M.T., serta melibatkan mahasiswa Winda Yuliana Sari dan Najmul Thoharoh. Kegiatan ini berfokus pada penerapan pengendalian risiko kerja yang sesuai dengan karakteristik proses produksi dan kemampuan industri kerupuk tradisional.

Industri kerupuk tradisional memiliki peran dalam mendukung perekonomian lokal dan menyerap tenaga kerja. Namun, aktivitas produksi yang masih banyak mengandalkan pekerjaan manual dan peralatan sederhana berpotensi menimbulkan berbagai risiko K3. Risiko tersebut meliputi paparan panas saat penggorengan, postur kerja yang tidak ergonomis, lantai licin, penggunaan peralatan tanpa pengaman memadai, serta rendahnya kepatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri (APD).

Untuk mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya tersebut, tim peneliti menggunakan metode HAZOP, yaitu pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi penyimpangan dalam proses kerja, menelusuri penyebabnya, menganalisis konsekuensi, dan merumuskan tindakan pengendalian yang sesuai. Metode ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami sumber risiko dan menentukan prioritas perbaikan berdasarkan tingkat bahaya yang ditemukan.

Pelaksanaan penelitian mencakup studi literatur, observasi lapangan, wawancara dengan pemilik dan pekerja industri kerupuk, analisis menggunakan tabel HAZOP dan matriks risiko, serta perancangan dan implementasi pengendalian secara terbatas sesuai kondisi industri yang diteliti. Rekomendasi perbaikan disusun dengan mengacu pada hierarki pengendalian risiko, dengan mempertimbangkan tingkat bahaya, kondisi fasilitas kerja, dan kemampuan usaha dalam menerapkan langkah pencegahan.

Ketua tim peneliti, Mela Ardeline, menjelaskan bahwa penelitian ini diarahkan untuk menghubungkan hasil identifikasi dan analisis risiko dengan tindakan perbaikan yang dapat diterapkan di lingkungan kerja industri kerupuk tradisional. Dengan demikian, pengelolaan K3 diharapkan tidak hanya berhenti pada pendataan potensi bahaya, tetapi juga mendorong penerapan langkah pencegahan yang relevan dengan kebutuhan pekerja dan pemilik usaha.

Pendekatan tersebut menjadi penting bagi UMKM sektor pangan yang menghadapi keterbatasan fasilitas dan sumber daya dalam menerapkan sistem keselamatan kerja. Pengendalian risiko yang disesuaikan dengan kondisi usaha diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pekerja terhadap bahaya di tempat kerja, mengurangi potensi kecelakaan, serta mendukung kenyamanan dan keberlangsungan kegiatan produksi.

Melalui penelitian ini, tim menargetkan tersusunnya rekomendasi pengendalian risiko K3 berbasis HAZOP yang aplikatif dan berpotensi menjadi acuan bagi industri kerupuk tradisional maupun UMKM sejenis. Hasil penelitian juga diharapkan berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang keselamatan kerja, ergonomi, dan pengelolaan lingkungan kerja.

Penelitian yang memperoleh pendanaan Hibah Internal Penelitian IKTA tahun 2026 tersebut menargetkan luaran berupa publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi serta publikasi melalui media massa daring. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, khususnya dalam mendorong penerapan budaya kerja yang aman dan sehat pada sektor industri skala kecil. (red/adri)

Editor : Yanto
Tag: